Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gerakan Konservasi Air Komunitas Resan Gunungkidul Dilirik Mahasiswa UGM

Komunitas Resan yag berbasis masyarakat adalah salah satu dari segelintir pihak yang sadar arti penting air bagi kehidupan. Mereka berjuang melestarikan sumber air di Gunungkidul. Bagaimana pihak yang lain?

Minggu, 25 September 2022
A A
Ritual rasulan untuk konservasi air yang dilakukan Komunitas Resan Gunungkidul, Juli 2022. Foto ugm.ac.id

Ritual rasulan untuk konservasi air yang dilakukan Komunitas Resan Gunungkidul, Juli 2022. Foto ugm.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Pompa Air Tenaga Surya Membuat Sawah Desa Keliki Tak Lagi Antri Irigasi

Kiprah revitalisasi air oleh Komunitas Resan mencuri perhatian mahasiswa UGM yang bergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiwa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Mereka tertarik melakukan penelitian terhadap komunitas ini, khususnya tentang gerakan kolektif masyarakat Gunungkidul yang bergerak dalam bidang konservasi mata air berbasis masyarakat.

“Penelitian berfokus pada motivasi, proses terbentuk, dan sumber pengetahuan dari pemuda yang aktif dalam kegiatan Komunitas Resan Gunungkidul,” kata Ketua tim PKM UGM, Yoga Epri Dwi Ananta, 14 September 2022.

Kepedulian pemuda pada lingkungan dianggap sebagai sebuah anomali, terutama pada era modernisasi yang mempercepat perkembangan teknologi, termasuk penyediaan sumber mata air. Berangkat dari hal tersebut, Yoga dan tim mengusulkan penelitian dengan judul “Perilaku Pro-Lingkungan Generasi Muda Komunitas Resan dalam Upaya Konservasi dan Revitalisasi Mata Air Resan di Kabupaten Gunungkidul”. Ide tersebut mengantarkan kelompok ini lolos seleksi internal kampus dan mendapatkan pendanaan oleh Kemdikbudristek pada PKM 2022.

Baca Juga: 153 Perusahaan di Medan Diduga Gunakan Air Tanah Secara Ilegal, KPK: Tegakan Aturan

“Objek dari kegiatan komunitas resan ini adalah resan itu sendiri,” imbuh Yoga.

Penelitian telah dilakukan pada tanggal 3 sampai 22 Juli 2022 di beberapa wilayah Gunungkidul. Dalam rentang waktu tersebut, di bawah bimbingan Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Dwiko Budi Permadi, tim PKM-RSH mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas, sekaligus wawancara.

Menurut Yoga, gerakan kolektif dengan tujuan konservasi sumber mata air ini harus dilestarikan dengan cara menanamkan kesadaran pada pemuda. Mengingat pemuda merupakan generasi penerus.

Selain itu, pemerintah selaku pembuat kebijakan harus mempertimbangkan kebijakan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Gunungkidul dalam melaksanakan fungsi pemerintahan, seperti perumusan kebijakan pembangunaan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang dilandasi tujuan sama membuat upaya konservasi mata air semakin optimal dan kelestarian lingkungan Gunungkidul semakin terjaga. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Komunitas Resan Gunungkidulkonservasi airkonservasi sumber airmata airpenanaman bibit pohonsumber airUGM

Editor

Next Post
Perwakilan buruh tani menyampaikan aspirasi soal reforma agraria yang diterima Kasatpres di Wisma Negara Jakarta, 24 September 2022. Foto presienri.go.id

Pekan Ini, Kasetpres Janjikan Bahas 34 Kasus Reforma Agraria yang Belum Selesai

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media