Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Padi Gamagora 7 Diujicoba di Lahan Tadah Hujan Kalimantan Timur

Sabtu, 30 Mei 2026
A A
Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.

Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Padi Gamagora 7 adalah salah satu inovasi varietas padi adaptif di tengah tantangan perubahan iklim. Varietas padi ini mampu tumbuh di lahan sawah maupun lahan tadah hujan.

Semula, Gamagora 7 hanya dikembangkan sebagai padi genjah dengan produktivitas tinggi. Namun dalam proses penelitian ditemukan sejumlah keunggulan lain, seperti karakter super genjah dan kandungan gizi yang tinggi.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM sekaligus inovator di balik pengembangan tanaman padi Gamagora 7, Prof. Taryono menjelaskan varietas tersebut dikembangkan untuk menjawab tantangan pertanian di lahan tadah hujan melalui produktivitas tinggi, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta kandungan gizi yang lebih baik.

“Gamagora 7 itu produktivitasnya tinggi, umur pendek, super genjah, dan kaya gizi,” ujar Taryono, Sabtu, 30 Mei 2026.

Pengembangannya, Gamagora 7 memakan proses cukup panjang. Perakitan varietas ini dimulai sejak tahun 2008 dan baru dilepas secara resmi pada tahun 2023, atau memakan waktu hampir 20 tahun.

Untuk dilepas sebagai tanaman tanam, varietas ini harus diuji di delapan lokasi di Indonesia meliputi, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, dan NTB. Dengan berbagai proses pengembangan tersebut membutuhkan biaya besar.

“Merakit varietas itu perlu dana yang besar, perlu kesabaran, dan waktunya lama,” ungkap dia.

Varietas tersebut memiliki produktivitas hingga 9,7 ton gabah kering giling per hektare dan dirancang adaptif terhadap kondisi lahan tadah hujan. Dari puluhan galur yang dikembangkan tim peneliti UGM, hanya Gamagora 7 yang sejauh ini memperoleh izin komersialisasi dari pemerintah.

Meski secara administratif dilepas sebagai padi sawah, Taryono menyebut Gamagora 7 sebenarnya diperkenalkan sebagai “padi tadah hujan”.

“Gamagora 7 memenuhi syarat untuk dilepas sebagai padi sawah karena produktivitas dan ketahanannya,” jelas dia.

Potensi Gamagora 7 untuk mendukung kemandirian pangan nasional cukup besar karena Indonesia memiliki lahan tadah hujan yang luas. Namun, tantangan utama saat ini adalah keterbatasan benih serta dukungan pendanaan bagi pengembangan varietas lanjutan.

“Saya optimistis, sebenarnya Gamagora 7 dapat mendukung kemandirian pangan nasional,” ucap dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Pertanian UGMGamagora 7Kalimantan Timurlahan tadah hujanProf TaryonoVarietas Padi

Editor

Next Post
Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.

Jejak Migrasi Prasejarah hingga Awal Manusia Modern di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media