Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Dukono Erupsi Saat Didaki, BNPB Ingatkan Kasus Pendaki Tewas di Marapi

Selasa, 20 Agustus 2024
A A
Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, 19 Agustus 2024. Foto Badan Geologi.

Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, 19 Agustus 2024. Foto Badan Geologi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Video berdurasi 49 detik yang diunggah akun Instagram @anak_esa pada 17 Agustus 2024 merekam detik-detik semburan awan panas bercampur material erupsi yang tiba-tiba dimuntahkan dari dalam kawah Gunung Dukono. Menimbulkan gumpalan-gumpalan besar pekat yang membumbung seperti kepala jamur-jamur raksasa. Suara gemuruh pun susul-menyusul dari dalam kawah.

Sementara di bibir kawah, sekitar 10 orang pendaki tampak masih bertahan di sana. Seolah mereka merasa aman saat gumpalan-gumpalan awan panas bercampur material pekat itu membumbung ke atas.

Padahal saat di atas, material itu bisa turun seperti hujan-hujan batu yang bisa menimpa siapapun bergantung arah angin. Awan panas itu pun bisa pula menerjang siapapun bergantung embusan angin. Kemudian satu per satu mereka bergegas turun.

Baca Juga: Daryono, Ini Maksud Gempa Selat Sunda dan Mentawai-Siberut “Tinggal Menunggu Waktu”

“Hentikan Puncak ke kawah Dukono! Detik-detik pendaki hampir dihantam material meletus ketika summit ke puncak Dukono pas momen 17 Agustus.

Ngeriii, aktivitas Dukono lagi tinggi hingga muntahan materialnya terlempar keluar dari kawahnya. Sebelum summit, mari kita observasi terlebih dahulu. Arah angin, seberapa kuat erupsinya, serta pertimbangan lainnya.

 Jangan memaksa untuk mencapai puncak ketika situasi tidak memungkinkan. Jangan lupa, puncaknya adalah bonus. Pulang ke rumah dengan selamat adalah tujuan sebenarnya dari pendakian!” demikian pesan yang diunggah akun itu tiga hari lalu.

Baca Juga: PWYP Ingatkan Menteri ESDM Baru, Jangan Ada Lagi Solusi Palsu Transisi Energi

Dalam siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 20 Agustus 2024, otoritas kegunungapian mengidentifikasi mereka melakukan pendakian tanpa izin di kawasan berbahaya di kawasan Gunung Dukono yang berada di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara pada 17 Agustus 2024. Rekomendasi yang diberikan terkait aktivitas vulkanik adalah tidak ada aktivitas individual termasuk warga, pendaki, wisatawan mendekati kawah Malupang Warirang dan di dalam radius 3 km dari puncak.

Gunung Dukono Erupsi Level II

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono menyebutkan mereka beruntung dapat menyelamatkan diri dari abu letusan saat itu.  Meskipun terpantau ada letusan, status aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berada pada level II atau Waspada.

Petugas PGA Dukono menegaskan, patut diketahui bahwa Gunung Dukono saat ini mengalami erupsi terus-menerus sehingga pendakian tidak diperbolehkan. Masyarakat, wisatawan juga pendaki diimbau untuk mematuhi rekomendasi, khususnya zona bahaya yang telah ditentukan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas vulkanikerupsi gunung DukonoGunung MarapiKabupaten Halmahera UtaraPos Pengamatan Gunung ApiPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Ilustrasi wisata pendakian gunung. Foto Dok. Kemenparekraf.

Catat Tanggal Mainnya, Pecinta Gunung Bisa Ikutan IMTC 2024 secara Hybrid

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media