Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catat Tanggal Mainnya, Pecinta Gunung Bisa Ikutan IMTC 2024 secara Hybrid

Saat field trip, para peserta mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa saat mendaki dengan konsep zero waste mountain.

Selasa, 20 Agustus 2024
A A
Ilustrasi wisata pendakian gunung. Foto Dok. Kemenparekraf.

Ilustrasi wisata pendakian gunung. Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) siap menyelenggarakan “2nd Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) 2024” di Hotel Dafam Wonosobo, Jawa Tengah, pada 21 dan 22 Agustus 2024.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya, menjelaskan, Indonesia adalah negara dengan populasi gunung terbanyak di dunia. Jumlahnya lebih dari 400 gunung. Dimana 129 merupakan gunung berapi aktif dan 23 adalah pegunungan besar.

“Kondisi alam ini menyebabkan wisata gunung menjadi wisata populer di Indonesia. Dan berkembang pesat dalam satu dekade terakhir, karena didorong perkembangan teknologi serta sarana dan prasarana,” ujar Nia dalam “The Weekly Brief with Sandi Uno” yang berlangsung secara hybrid, 19 Agustus 2024.

Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Saat Didaki, BNPB Ingatkan Kasus Pendaki Tewas di Marapi

Ia berpandangan pengembangan industri wisata gunung membutuhkan komitmen dan kontribusi optimal berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, investor, asosiasi profesi atau industri pariwisata.

Oleh karena itu, perlu dilakukan konferensi secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi, sosialisasi, dan publikasi kepada masyarakat industri pariwisata untuk mengembangkan wisata pendakian gunung berkelanjutan di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi produk dan industri mountain tourism di Indonesia. Serta eksplorasi potensi dan peluang bisnis di antara para peserta. Tentunya kegiatan ini turut menyumbang komitmen Indonesia terhadap Glasgow Declaration,” papar Nia.

Baca Juga: Daryono, Ini Maksud Gempa Selat Sunda dan Mentawai-Siberut “Tinggal Menunggu Waktu”

Konferensi Digelar Hybrid

Rangkaian acara IMTC 2024 yang digelar kedua kalinya ini dibagi menjadi dua hari. Pada hari pertama full day conference terkait wisata gunung. Hari kedua field trip ke Gunung Kembang di Wonosobo.

“Kegiatan ini nantinya akan diikuti 100 peserta secara offline, karena memang kami buat terbatas. Kemudian teman-teman lain dapat mengikuti secara online, baik melalui zoom ataupun YouTube Kemenparekraf,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Rahman Mukhlis.

IMTC hadir untuk memberikan suatu pemahaman terhadap pengembangan wisata gunung yang berkelanjutan di Indonesia. Tema yang diangkat dalam IMTC edisi kedua adalah “Green Tourism in Mountain Tourism Region”.

Baca Juga: PWYP Ingatkan Menteri ESDM Baru, Jangan Ada Lagi Solusi Palsu Transisi Energi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gunung berapiIMTC 2024Kemenparekrafpegunungan besarwisata gunungzero waste mountain

Editor

Next Post
Potensi gempa megathhrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Foto @Daryono BMKG/X

Pakar Gempa Ungkap Potensi Gempa Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut Sama Besar

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media