Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Lewotobi Laki-Laki Awas Lagi, Lokasi Relokasi Ditetapkan di Noboleto

Sabtu, 24 Mei 2025
A A
Pembangunan huntara tahap III untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Konga, Flores Timur, NTT, 23 Mei 2025. Foto BNPB.

Pembangunan huntara tahap III untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Konga, Flores Timur, NTT, 23 Mei 2025. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Status Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah naik lagi menjadi Awas pada 18 Mei 2025 pukul 20.00 WITA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah merampungkan hunian sementara (huntara) tahap I dan II. Kemudian akan dilanjutkan untuk membangun huntara tahap III.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjanjikan untuk memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap). Sementara pembangunan huntara hanya untuk memastikan masyarakat terdampak tidak tinggal di pos pengungsian terlalu lama.

“Kami upayakan dalam waktu dekat sudah tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di pos pengungsian. Sebab huntara bukan solusi akhir,” janji Suharyanto saat berdialog dengan pengungsi di Pos Lapangan Konga, Kecamatan Titehena, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 23 Mei 2025.

Baca juga: Gempa Bumi M6,3 Guncang Bengkulu, 34 Unit Bangunan Rusak

Suharyanto menjelaskan, huntap yang akan segera dibangun menjadi prioritas dan solusi terbaik untuk keamanan masyarakat ke depannya dalam hidup berdampingan dengan potensi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Lokasinya pun dicari yang aman, layak dan berkelanjutan

“Jangan sampai warga merasa nyaman di huntara, lalu masalah dianggap sudah selesai. Sekali lagi, huntara itu sifatnya sementara. Kami prioritaskan pembangunan huntap sebagai rumah warga yang layak dan aman untuk selamanya,” papar dia.

Lokasi pembangunan huntap ditetapkan di satu titik, yaitu Noboleto. Proses pembangunan akan dimulai dengan pembersihan lahan mulai pekan depan. Targetnya ada 500 unit rumah. Pembangunan huntap didukung Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, serta TNI/Polri dan masyarakat setempat.

Baca juga: Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Jika pembangunan huntap di Noboleto telah selesai, proyeksi pembangunan huntap di lokasi lain akan mengikuti sesuai hasil kesepakatan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selain menunggu proses pembangunan huntap dan huntara, Suharyanto menyampaikan opsi lain berupa relokasi mandiri. Maksudnya, masyarakat mengajukan sendiri tanah yang dipilih sebagai lokasi tempat tinggal baru, kemudian BNPB akan membangun huniannya.

“Jika masyarakat memiliki tanah sendiri atau pun yang didukung pemerintah daerah setempat dan dalam radius aman dari potensi erupsi, warga dapat mendaftarkannya ke kepala desa masing-masing,” jelas dia.

Adapun Rumah Contoh Riksa (Rumah Instan Kuat Sehat Aman) yang telah dibangun di Larantuka dapat dilihat warga setempat untuk pertimbangan pembangunan rumah saat relokasi mandiri.

Baca juga: Kota Mataram Diguncang Lindu 5,2 Magnitudo Dirasakan Skala III MMI

“Bisa lihat sendiri rumah contohnya, pembangunannya juga cepat dalam satu sampai dua minggu sudah jadi dan dapat langsung dihuni,” imbuh dia.

Meskipun pilih relokasi mandiri, Pemerintah akan mendukung dan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tuntas. Bantuan juga diberikan terhadap masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat terdekat. Seperti penghuni lokasi pengungsian, masyarakat yang evakuasi mandiri dan yang tinggal di huntara disebut telah ditransfer dana tunggu selama enam bulan sebesar Rp600 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung Lewotobi Laki-lakihunian sementarahunian tetapKabupaten Flores TimurKepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

Editor

Next Post
Rumah warga terdampak gempa Bengkul M6,0, 24 Mei 2025. Foto BPBD Bengkulu.

Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 255 Unit

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media