Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hadapi Ancaman Tsunami dengan Tsunami Ready Community, Apakah Itu?

UNESCO telah menyusun 12 indikator mitigasi bencana tsunami. Implementasinya melalui pembentukan Tsunami Ready Community di tiap-tiap daerah di berbagai negara. Sedangkan pelaksananya adalah semua pihak yang berkolaborasi, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, komunitas, dan sebagainya.

Minggu, 31 Juli 2022
A A
Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.

Rambu evakuasi tsunami di Bandara YIA. Foto bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Istilah Tsunami Ready Community pernah disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam pertemuan internasional Intergovernmental Oceanographic Commission – Executive Council (IOC-EC) ke-55 pada pertengahan Juni 2022 di Kantor Pusat UNESCO di Paris. Dwikorita yang juga menjabat sebagai Chair of Intergovernmental Coordination Group for Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (Chair ICG/IOTWMS) mendorong percepatan pembentukan komunitas tersebut di tiap-tiap negara di dunia.

Dalam penjelasannya, Tsunami Ready Community merupakan program peningkatan kapasitas masyarakat untuk menghadapi ancaman tsunami berbasis 12 indikator yang telah ditetapkan UNESCO-IOC. Tujuannya agar masyarakat siap siaga serta tidak gagap menghadapi ancaman gempa dan tsunami.

Indikator-indikator yang dimaksud dibagi dalam tiga kriteria. Pertama, kriteria penilaian meliputi adanya peta zona bahaya tsunami, estimasi jumlah orang berisiko di zona bahaya tsunami, identifikasi sumber-sumber ekonomi, infrastruktur, sosial, dan politik.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Lagi Ancaman Gempa Megathrust di Selatan Jawa, Siapkan Mitigasi

Kedua, kriteria kesiapsiagaan meliputi ada peta evakuasi tsunami yang mudah dipahami, ada informasi tentang tsunami dan rambu-rambunya yang dapat dilihat publik, tersedia sarana memadai dan andal untuk menerima peringatan dini tsunami dari otoritas yang berwenang (dari BPBD) selama 24 jam secara tepat waktu, dan tersedia sarana memadai dan andal untuk menyebarkan peringatan tsunami resmi 24 jam kepada publik setempat secara tepat waktu.

Dan ketiga, kriteria respons, yaitu ada sosialisasi, kesadaran masyarakat, dan edukasi tersedia dan terdistribusi, sosialisasi atau kegiatan edukasi minimal digelar tiga kali setahun, pelatihan untuk dan oleh komunitas tsunami minimal dua tahun sekali, ada persetujuan rencana respons darurat komunitas tsunami, serta tersedia kapasitas untuk pengelolaan operasional respons darurat saat tsunami terjadi.

Baca Juga: Banjir Parigi Moutong Seret Satu Mobil, 3 Orang Meninggal Dunia Ratusan Warga Mengungsi

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa dan tsunamiTanjung BenoaTsunami Ready CommunityUNESCO

Editor

Next Post
Ilustrasi perempuan dan anak pengungsi. Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.

Penanganan Bencana Tak Ramah Gender, Ini Solusinya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media