Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi 2024, Walhi Papua Serukan Bahaya Kerusakan Alam Papua

Bencana ekologis akibat dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat Papua sejak 2019.

Senin, 22 April 2024
A A
Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Banjir di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 4 April 2024. Foto Dok. UPTD Pusdalops Papua Barat.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi Papua juga mengajak seluruh elemen rakyat tokoh agama, tokoh adat, perempuan, laki-laki, tua muda, di pelosok kampung dan kota di Papua, bergotong-royong menjaga bumi. Bisa dimulai dengan menghentikan perusakan alam atas kepentingan perluasan perkebunan monokultur skala besar, perampasan tanah dan hutan adat Papua, lahan perkebunan sawit, tambang, infrastruktur energi kotor dan mega proyek skala besar seperti food estate, pabrik migas dan lainnya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Pada peringatan Hari Bumi 2024 yang bertema “Tanah Papua adalah Rumah Kita” , Walhi Papua menyerukan:

Pertama, kehadiran pemerintahan baru di Tanah Papua mendorong pembangunan kemandirian dalam kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Antara lain dengan mengkritisi secara aktif berbagai rencana, kebijakan, atau proyek yang dapat meningkatkan kontaminasi, kerusakan lingkungan hidup dan kerawanan bencana.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

Kedua, melakukan desakan kepada institusi negara melalui pemerintah daerah se-Tanah Papua untuk meletakkan landasan bagi penyelamatan generasi yang akan datang melalui komitmen nyata, memitigasi risiko kerusakan lingkungan, penurunan emisi gas rumah kaca yang bertujuan dan tidak membahayakan nasib generasi yang akan datang.

Ketiga, membangun kekuatan politik rakyat dan agenda politik hijau guna terwujudnya kelangsungan ekologis bagi generasi hari ini dan generasi yang akan datang. [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alarm tanda bahayabencana ekologisHari Bumi Seduniakerusakan alamTanah PapuaWalhi Papua

Editor

Next Post
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Discussion about this post

TERKINI

  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media