Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Aksi Tanam 9.000 Pohon Matoa di Halaman Ponpes Deli Serdang

Rabu, 23 April 2025
A A
Jajaran Kementerian Agama Deli Serdang peringati Hari Bumi dengan Gerakan Nasional Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Ponpes Hidayatullah Deli Serdang, 22 April 2025. Foto Nurhabli Ridwan/KPA GRAS.

Jajaran Kementerian Agama Deli Serdang peringati Hari Bumi dengan Gerakan Nasional Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Ponpes Hidayatullah Deli Serdang, 22 April 2025. Foto Nurhabli Ridwan/KPA GRAS.

Share on FacebookShare on Twitter

Sekaligus merupakan bukti kasih sayang Allah. Bahwa setiap elemen Bumi seperti tanah subur, lautan luas, gunung menjulang, adalah bagian dari sistem yang saling terhubung.

“Tugas kita adalah merenungi keajaiban ini, lalu bersyukur dengan menjaganya, bukan merusaknya,” imbuh Nurhabli.

Baca juga: Ironis, Hari Bumi 2025 Masih Ada Puluhan Ribu Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur

Senyampang dengan sebuah hadist yang diriwayatkan HR Muslim, bahwa sesungguhnya dunia ini manis dan hijau, dan Allah menjadikan kalian sebagai khalifah (pengelola) di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah memberikan amanah kepada manusia untuk mengelola Bumi. Manusia tidak boleh semena-mena terhadap alam. Jika manusia merusaknya seperti menebang hutan sembarangan atau membuang limbah sembarangan, maka itu berarti manusia tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di Bumi. Padahal Islam mengajarkan agar manusia menjaga keseimbangan alam, karena semua yang dilakukan manusia akan diminta pertanggungjawaban kelak.

Nurhabli mengingatkan, bahwa peringatan pertama kali Hari Bumi atau Earth Day pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Peringatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat dunia terhadap Bumi sebagai tempat tinggal bagi semua makhluk hidup.

Baca juga: Rahma Widyanti, Perempuan Rimbawan yang Menjelajah di Empat Daerah

Berangkat dari isu lingkungan kala itu, diharapkan dapat membawa terciptanya sejarah Hari Bumi dan Hari Bumi Sedunia yang terus diperingati sampai hari ini. Sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga Bumi.

“Semoga kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi gerakan penanaman pohon lainnya di sekitar kita,” harap Nurhabli yang juga kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumut yang tinggal di wilayah Deli Serdang.

Acara itu juga diisi doa untuk pemimpin gereja katolik dunia, Paus Fransiskus yang wafat di Vatikan pada 21 April 2025. Pembacaan doa dipimpin Ketua FKUB Deli Serdang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Bumi 2025Kabupaten Deli SerdangNurhabli Ridwanpohon matoa

Editor

Next Post
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media