Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Bumi, Aksi Tanam 9.000 Pohon Matoa di Halaman Ponpes Deli Serdang

Rabu, 23 April 2025
A A
Jajaran Kementerian Agama Deli Serdang peringati Hari Bumi dengan Gerakan Nasional Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Ponpes Hidayatullah Deli Serdang, 22 April 2025. Foto Nurhabli Ridwan/KPA GRAS.

Jajaran Kementerian Agama Deli Serdang peringati Hari Bumi dengan Gerakan Nasional Penanaman Sejuta Pohon Matoa di Ponpes Hidayatullah Deli Serdang, 22 April 2025. Foto Nurhabli Ridwan/KPA GRAS.

Share on FacebookShare on Twitter

Sekaligus merupakan bukti kasih sayang Allah. Bahwa setiap elemen Bumi seperti tanah subur, lautan luas, gunung menjulang, adalah bagian dari sistem yang saling terhubung.

“Tugas kita adalah merenungi keajaiban ini, lalu bersyukur dengan menjaganya, bukan merusaknya,” imbuh Nurhabli.

Baca juga: Ironis, Hari Bumi 2025 Masih Ada Puluhan Ribu Lubang Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur

Senyampang dengan sebuah hadist yang diriwayatkan HR Muslim, bahwa sesungguhnya dunia ini manis dan hijau, dan Allah menjadikan kalian sebagai khalifah (pengelola) di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat.

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah memberikan amanah kepada manusia untuk mengelola Bumi. Manusia tidak boleh semena-mena terhadap alam. Jika manusia merusaknya seperti menebang hutan sembarangan atau membuang limbah sembarangan, maka itu berarti manusia tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di Bumi. Padahal Islam mengajarkan agar manusia menjaga keseimbangan alam, karena semua yang dilakukan manusia akan diminta pertanggungjawaban kelak.

Nurhabli mengingatkan, bahwa peringatan pertama kali Hari Bumi atau Earth Day pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Peringatan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat dunia terhadap Bumi sebagai tempat tinggal bagi semua makhluk hidup.

Baca juga: Rahma Widyanti, Perempuan Rimbawan yang Menjelajah di Empat Daerah

Berangkat dari isu lingkungan kala itu, diharapkan dapat membawa terciptanya sejarah Hari Bumi dan Hari Bumi Sedunia yang terus diperingati sampai hari ini. Sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya menjaga Bumi.

“Semoga kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi gerakan penanaman pohon lainnya di sekitar kita,” harap Nurhabli yang juga kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumut yang tinggal di wilayah Deli Serdang.

Acara itu juga diisi doa untuk pemimpin gereja katolik dunia, Paus Fransiskus yang wafat di Vatikan pada 21 April 2025. Pembacaan doa dipimpin Ketua FKUB Deli Serdang. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Bumi 2025Kabupaten Deli SerdangNurhabli Ridwanpohon matoa

Editor

Next Post
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Dulu Penambang, Kini Berperan dalam Konservasi Kawasan Karst Gunung Sewu

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media