Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Harimau Sumatra dalam Perspektif Masyarakat Sumatera Barat

Populasi Harimau sumatra berdasarkan data Population Viability Analysis (PVA) tahun 2016, diperkirakan 604 ekor.

Jumat, 18 Februari 2022
A A
Gadis, Harimau sumatra melahirkan tiga ekor anaknya di ex-situ Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS), Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Foto ppid.menlhk.go.id .

Gadis, Harimau sumatra melahirkan tiga ekor anaknya di ex-situ Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS), Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Foto ppid.menlhk.go.id .

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Inyiak Balang, begitu masyarakat lokal di Sumatera Barat menyebut Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae). Harimau dinilai hewan ‘kharismatik’ dan dianggap sebagai satwa penjaga rimba.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah menegaskan mendukung upaya Konservasi Harimau sumatra, karena sangat erat kaitannya dengan keselamatan masyarakat maupun nilai-nilai adat Minangkabau yang menempatkan harimau sebagai hewan kharismatik yang sangat dihormati.

“Dan oleh masyarakat lokal biasa dengan penyebutan (harimau) Inyiak Balang, yang diyakini sebagai panjago rimbo nagari (penjaga rimba nagari/desa),” ungkap Mahyeldi Ansarullah.

Baca Juga: Mahout Tangani Konflik Gajah Liar dengan Warga Desa Rantau Panjang

Sebagai bentuk komitmen mendukung konservasi harimau, Mahyeldi Ansarullah selaku Gubernur Sumatera Barat telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur No.522.5/3545/Dishut-2021 pada tanggal 14 Desember 2021 tentang Pelestarian Harimau sumatra di Provinsi Sumatera Barat.

“Yang ditujukan kepada kepala daerah di Sumatera Barat untuk ikut serta mendukung pelestarian Harimau sumatra dan habitatnya, mencegah konflik manusia dan harimau, mitigasi penanganan dan pasca konflik manusia-harimau sumatra dan penegakan hukum,” kata Mahyeldi dalam seminar nasional “Masa Depan Konservasi Harimau sumatra, yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerja sama dengan Universitas Andalas, Senin, 14 Februari 2022.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Kementerian LHK, Wiratno menyatakan, seminar yang digelar merupakan ajang inovasi yang telah dilakukan oleh KLHK bersama mitra terkait dalam penyelamatan Harimau sumatra.

Baca Juga: Tiga Harimau Sumatra dari Induk Korban Konflik dengan Manusia Lahir di Sanctuary Barumun

Dikatakan Wiratno, upaya penyelamatan Harimau sumatra dilakukan secara ex-situ (pelestarian di luar habibat asli) seperti pusat rehabilitasi dan sanctuary juga lembaga konservasi. Juga penyelamatan secara in-situ (pelestarian di dalam habibat asli) seperti adanya Nagari Ramah Harimau dengan patroli anak nagarinya di Sumatera Barat, community patrol di beberapa tempat di Sumatera, dan kandang ternak komunal anti-serangan harimau.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ex-situharimau sumaterain-situInyiak BalangKementerian LHKkonservasi harimau sumaterapopulasi harimau sumateraProvinsi Sumatera BaratUniversitas Andalas

Editor

Next Post
Mural mendukung penolakan penambangan di Desa Wadas. Foto Instagram @wadas_melawan.

Solidaritas Akademisi Desak Gubernur Jateng Cabut Izin Lingkungan Amdal Bendungan Bener, Ini Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media