Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Harman Ajiwibowo, Peran Pengaman Pantai Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Untuk mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan sehingga memastikan kekayaan alam ini dapat dinikmati generasi mendatang.

Minggu, 1 September 2024
A A
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harman Ajiwijoyo. Foto ITB.

Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harman Ajiwijoyo. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Dua Sungai Meluap dan Merendam Dua Desa di Sanggau Kalimantan Barat

“Bangunan terbaik adalah offshore breakwater,” kata Harman.

Keuntungan offshore breakwater antara lain tidak mengganggu aktivitas masyarakat pantai, dapat dimanfaatkan masyarakat nelayan untuk melindungi kapal mereka, dapat dimanfaatkan untuk penghijauan pantai seperti penanaman bakau. Juga terdapat penambahan pasir pantai di depan perkampungan masyarakat di pantai, dan tempat pariwisata yang bagus dimana terdapat pasir pantai yang tumbuh.

Baca Juga: Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Sementara groin merupakan bangunan yang tidak terlalu favorit karena fenomena erosi di sisi hilir groin. Untuk tembok laut dan revetment merupakan bangunan yang baik setelah offshore breakwater. Tembok laut dan revetment akan menghilangkan pasir di depan pantai, tetapi tetap mempertahankan garis pantai.

“Jadi keperluan riset mendatang adalah perlu pengkajian besar kemunduran garis pantai pada sisi lekukan tombola atau salient akibat variasi dari tinggi gelombang, besar gap antara breakwater, jarak breakwater ke pantai,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITBpengaman pantaiperubahan iklimProf. Harman AJiwijoyo

Editor

Next Post
Saah satu kegiatan Ekspedisi Internasional Banggai Series 1 di Banggai, Sulawesi Tengah, 17-27 Agustus 2024. Foto Dok. UGM.

Ada Rahasia Karst dan Gua di Banggai Sulawesi Tengah yang Baru Terungkap

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media