Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Anda masih muda, malas bergerak, lebih suka rebahan, dan gampang sakit? Waspadalah karena anda adalah generasi jompo yang rentan terserang penyakit jantung.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Faktor penyakit jantung semakin meningkat apabila mulai merasakan nyeri di bagian dada saat beraktifitas dan napas terengah-engah. Dengan begitu, generasi jompo berisiko mengalami penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Tidak menutup kemungkinan mudah terserang stroke dan kegagalan fungsi ginjal.

Jangan Begadang, Lakukan Aerobik

Generasi jompo bisa dikatakan sebagai kelompok yang ’unik’. Mereka jarang bergerak dan suka rebahan, tetapi betah bermain smartphone dalam jangka waktu lama saat malam hari. Kebiasaan itu membuat mereka begadang, meski tidak sedikit dari generasi jompo yang memilih bekerja di tengah malam karena pekerjaannya masih work from home atau merasa lebih produktif.

Begadang sebaiknya tidak dibiasakan karena tidak baik bagi kesehatan jantung. Kebiasaan buruk ini dikhawatirkan mengganggu irama alamiah tubuh atau ritme sirkardian.

“Saat istirahat, tubuh akan didominasi oleh sistem saraf parasimpatis. Biasanya jantung akan melambat sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi tidak terlalu banyak,” jelas Habibie.

Baca Juga: Banjir Garut, Ini Data Kerusakan dan Wilayah Terdampak

Di sisi lain, begadang juga mempercepat laju jantung karena pengaruh dari sistem saraf simpatis. Hal ini yang disebut dr. Habibie meningkatkan faktor risiko independen penyakit kardiovaskular.

Ilustrasi tubuh sehat. Foto sasint/pixabay.com.
Ilustrasi tubuh sehat. Foto sasint/pixabay.com.

Penyakit jantung kian hari menyerang orang-orang berusia muda. Padahal, penyakit ini dulunya dialami oleh mereka yang berusia 40-60 tahun. Maka mulailah kebiasaan sehat supaya terhindar dari risiko terkena penyakit jantung di kemudian hari. Bagaimana caranya?

Pilihlah jenis olahraga yang tepat menurut prinsip frequency, intensity, time and type (FIIT). Frekuensi (olahraga) minimal empat kali per minggu. Intensitas moderat dengan target laju jantung saat olahraga 70-80 persen dari laju jantung maksimal 220 bergantung usia. Waktu 30-40 menit tiap olahraga. Dan, tipe olahraga aerobik lebih diutamakan,” pungkasnya. [WLC02]

Sumber: uns.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: begadangFIITGenerasi mudamalas bergerakpenyakit jantungUNS

Editor

Next Post
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media