Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Anda masih muda, malas bergerak, lebih suka rebahan, dan gampang sakit? Waspadalah karena anda adalah generasi jompo yang rentan terserang penyakit jantung.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Habibie Arifianto mengingatkan soal bahaya penyakit jantung pada “generasi jompo”. Istilah “generasi jompo” bukan berarti sudah lanjut usia. Sebaliknya, istilah ini ditujukan bagi mereka yang masih berusia muda, tetapi mudah kelelahan, pegal-pegal, bahkan sakit meski tidak ‘melakukan apa-apa’. Generasi yang seharusnya masih bugar secara fisik, tetapi sering pakai koyo, minyak angin, kebanyakan rebahan, dan malas bergerak, apalagi olahraga.

Kebiasaan buruk tersebut tidak baik bagi kesehatan jantung. Khususnya bagi mereka yang kecanduan merokok, menggunakan vape, dan mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan natrium atau garam.

“Juga menurunkan kebugaran serta kapasitas paru dan jantung. Lebih mudah ngos-ngosan,” kata Habibie.

Baca Juga: Penyakit Jantung Jadi Penyebab Mayoritas Jamaah Haji 2022 Meninggal

Badan jarang bergerak turut menyebabkan muscle wasting atau pengecilan masa otot rangka yang berakibat pada frailty alias keringkihan.

“Kalau sudah ringkih biasanya akan mengakibatkan masalah di seluruh organ, bukan hanya jantung,” imbuh Habibie.

Rentan Berpenyakit Jantung

Kesehatan jantung erat kaitannya dengan kebugaran fisik. Generasi jompo yang jarang bergerak tentu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Padahal manfaat yang didapat apabila banyak bergerak, termasuk olahraga, adalah memperbaiki fungsi pembuluh darah sehingga bisa mencegah penggumpalan darah.

Aktivitas fisik dan olahraga juga bisa menurunkan tekanan darah, gula darah, dan lipoprotein yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

“Kalau fisik tidak aktif, tentu saja tidak memperoleh keuntungan dari olahraga yang sudah disebutkan,” imbuh dokter lulusan Fakultas Kedokteran (FK) UNS 2008.

Baca Juga: Kata Ahli Kesehatan dan Hukum Islam Unair Soal Legalisasi Ganja Medis

Penyakit jantung pun bukanlah penyakit umur. Jadi, generasi muda bisa masuk ke dalam kelompok risiko. Generasi jompo yang malas bergerak dapat mengalami tekanan darah tinggi, dislipidemia (kelainan metabolisme lipid), serta diabetes alias penyakit kencing manis.

Faktor-faktor tersebut merupakan biang keladi di balik rasa kaku di tengkuk, pegal-pegal di seluruh tubuh, sering kencing, dan sakit-sakitan. Tidak mengherankan apabila generasi jompo belakangan mengeluhkan hal ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: begadangFIITGenerasi mudamalas bergerakpenyakit jantungUNS

Editor

Next Post
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media