Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Penyakit Jantung Mengintai Generasi Jompo

Anda masih muda, malas bergerak, lebih suka rebahan, dan gampang sakit? Waspadalah karena anda adalah generasi jompo yang rentan terserang penyakit jantung.

Senin, 18 Juli 2022
A A
Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi serangan jantung. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Faktor penyakit jantung semakin meningkat apabila mulai merasakan nyeri di bagian dada saat beraktifitas dan napas terengah-engah. Dengan begitu, generasi jompo berisiko mengalami penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Tidak menutup kemungkinan mudah terserang stroke dan kegagalan fungsi ginjal.

Jangan Begadang, Lakukan Aerobik

Generasi jompo bisa dikatakan sebagai kelompok yang ’unik’. Mereka jarang bergerak dan suka rebahan, tetapi betah bermain smartphone dalam jangka waktu lama saat malam hari. Kebiasaan itu membuat mereka begadang, meski tidak sedikit dari generasi jompo yang memilih bekerja di tengah malam karena pekerjaannya masih work from home atau merasa lebih produktif.

Begadang sebaiknya tidak dibiasakan karena tidak baik bagi kesehatan jantung. Kebiasaan buruk ini dikhawatirkan mengganggu irama alamiah tubuh atau ritme sirkardian.

“Saat istirahat, tubuh akan didominasi oleh sistem saraf parasimpatis. Biasanya jantung akan melambat sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi tidak terlalu banyak,” jelas Habibie.

Baca Juga: Banjir Garut, Ini Data Kerusakan dan Wilayah Terdampak

Di sisi lain, begadang juga mempercepat laju jantung karena pengaruh dari sistem saraf simpatis. Hal ini yang disebut dr. Habibie meningkatkan faktor risiko independen penyakit kardiovaskular.

Ilustrasi tubuh sehat. Foto sasint/pixabay.com.
Ilustrasi tubuh sehat. Foto sasint/pixabay.com.

Penyakit jantung kian hari menyerang orang-orang berusia muda. Padahal, penyakit ini dulunya dialami oleh mereka yang berusia 40-60 tahun. Maka mulailah kebiasaan sehat supaya terhindar dari risiko terkena penyakit jantung di kemudian hari. Bagaimana caranya?

Pilihlah jenis olahraga yang tepat menurut prinsip frequency, intensity, time and type (FIIT). Frekuensi (olahraga) minimal empat kali per minggu. Intensitas moderat dengan target laju jantung saat olahraga 70-80 persen dari laju jantung maksimal 220 bergantung usia. Waktu 30-40 menit tiap olahraga. Dan, tipe olahraga aerobik lebih diutamakan,” pungkasnya. [WLC02]

Sumber: uns.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: begadangFIITGenerasi mudamalas bergerakpenyakit jantungUNS

Editor

Next Post
Upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia di Riau oleh para stakeholder. Foto BKKSDA Riau/menlhk.go.id.

Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media