Dalam uji tambahan, formula bioaktivator terbukti mampu menurunkan 86 persen bobot limbah tanaman. Jauh lebih tinggi dibandingkan produk komersial lain yang hanya 15 persen.
Pada uji lapangan terbatas seluas sekitar 50 meter persegi, pertambahan tinggi tanaman kaliandra mencapai 9,8 persen pada perlakuan formula, dibandingkan 9,1 persen pada produk komersial.
“Kedua isolat berpotensi menjadi pupuk hayati dan starter untuk proses pengomposan di area tambang batuan kapur atau lahan dengan komposisi tanah serupa,” papar dia.
Baca juga: Perjanjian Dagang Timbal Balik, Prabowo Serahkan Kedaulatan Ekologi pada Amerika Serikat
Nisa menekankan, inovasi ini masih perlu diuji pada skala penanaman yang lebih luas. Ia juga mendorong agar isolat mikroorganisme potensial disimpan di culture collection, seperti IPB Culture Collection, agar keberadaannya terjaga dan dapat digunakan sebagai isolat standar pupuk hayati asli Indonesia.
Untuk proses hilirisasi perlu dukungan institusi dan pemerintah, sehingga manfaat pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Bagi petani dan praktisi pertanian, pupuk hayati dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman setelah diaplikasikan berulang kali. [WLC02]
Sumber: IPB University






Discussion about this post