Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator

Inovasi ini masih perlu diuji pada skala penanaman yang lebih luas.

Sabtu, 28 Februari 2026
A A
Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Ilustrasi bekas tambag batu kapur. Foto @wirestock/freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam uji tambahan, formula bioaktivator terbukti mampu menurunkan 86 persen bobot limbah tanaman. Jauh lebih tinggi dibandingkan produk komersial lain yang hanya 15 persen.

Pada uji lapangan terbatas seluas sekitar 50 meter persegi, pertambahan tinggi tanaman kaliandra mencapai 9,8 persen pada perlakuan formula, dibandingkan 9,1 persen pada produk komersial.

“Kedua isolat berpotensi menjadi pupuk hayati dan starter untuk proses pengomposan di area tambang batuan kapur atau lahan dengan komposisi tanah serupa,” papar dia.

Baca juga: Perjanjian Dagang Timbal Balik, Prabowo Serahkan Kedaulatan Ekologi pada Amerika Serikat

Nisa menekankan, inovasi ini masih perlu diuji pada skala penanaman yang lebih luas. Ia juga mendorong agar isolat mikroorganisme potensial disimpan di culture collection, seperti IPB Culture Collection, agar keberadaannya terjaga dan dapat digunakan sebagai isolat standar pupuk hayati asli Indonesia.

Untuk proses hilirisasi perlu dukungan institusi dan pemerintah, sehingga manfaat pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Bagi petani dan praktisi pertanian, pupuk hayati dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman setelah diaplikasikan berulang kali. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BioaktivatorBusiness Innovation CenterIPB Culture CollectionTambang Kapur

Editor

Next Post
Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media