Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

Jumat, 30 Agustus 2024
A A
Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Pelepasliaran satwa ini diharapkan dapat meningkatkan populasi burung di Kebun Raya Indrokilo. Serta menjadi langkah nyata dalam upaya konservasi di tingkat lokal, serta memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

“Dengan mengelola keanekaragaman hayati perkotaan, kita tidak hanya melestarikan satwa dan tumbuhan, tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang lebih berkelanjutan, sehat, dan menyenangkan untuk dihuni,” ujar Siti.

Generasi muda cinta lingkungan

HKAN tahun ini mengangkat tema “Aktualisasi Konservasi Alam pada Generasi Muda Indonesia” dengan slogan “Youth for Sustainable Nature“. Tema ini mencerminkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian alam.

Lebih dari separuh penduduk Indonesia saat ini adalah generasi muda yang memiliki karakter kreatif dan adaptif terhadap teknologi. Pemerintah berperan penting menyediakan platform yang sesuai untuk generasi muda agar dapat menjadi agen konservasi masa depan.

Baca Juga: Pemerintah akan Reaktivasi Sumur Migas yang Tidak Aktif

“Mari kita cetak generasi muda yang cinta lingkungan dari HKAN 2024 Boyolali,” seru Siti.

Sementara di tengah krisis global termasuk perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi yang meningkat, keterlibatan seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting. Siti mengklaim Indonesia telah menunjukkan komitmen menangani perubahan iklim melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) dan kebijakan jangka panjang menuju net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Dalam bidang keanekaragaman hayati, Indonesia berkomitmen untuk mencapai visi 2050 “Living in Harmony with Nature” yang diadopsi dalam Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM-GBF). Upaya ini mencakup tindakan korektif untuk mengurangi risiko kepunahan spesies, mempertahankan keanekaragaman genetik, serta mengelola interaksi manusia-satwa liar untuk meminimalkan konflik.

Baca Juga: Hadapi Gempa Megathrust, Pelaku Pariwisata Bangun Kesiapsiagaan di Destinasi Wisata

Wujud nyata dari keberhasilan konservasi, Siti mengumumkan kelahiran enam ekor anggota baru dari beberapa spesies kunci yang dilindungi di kawasan konservasi Indonesia. Dari Mereka Taman Nasional Ujungkulon ada Estu, Badak jawa betina yang lahir pada Agustus 2023; Wirawono, Badak jawa jantan yang lahir 17 Mei 2024; dan Syauqi, Badak jawa jantan yang lahir 27 Juni 2024.

Kemudian di Taman Nasional Baluran ada Surya, Banteng jawa jantan yang lahir 9 Agustus 2024 dan Lestari, Banteng jawa jantan yang lahir 13 Agustus 2024. Serta Sanur, Orangutan sumatera jantan yang lahir 23 Agustus 2024 di Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

“Peringatan HKAN 2024 bukan hanya momentum selebrasi, tetapi juga kontemplasi atas upaya konservasi yang telah kita lakukan. Mari kita terus bersama-sama menjaga kelestarian alam demi generasi yang akan datang,” seru Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: cinta lingkunganHKAN 2024Kabupaten Boyolalikrisis globalMenteri Siti Nurbayapelestarian alam

Editor

Next Post
Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media