Sabtu, 13 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

Jumat, 30 Agustus 2024
A A
Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Pelepasliaran satwa ini diharapkan dapat meningkatkan populasi burung di Kebun Raya Indrokilo. Serta menjadi langkah nyata dalam upaya konservasi di tingkat lokal, serta memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

“Dengan mengelola keanekaragaman hayati perkotaan, kita tidak hanya melestarikan satwa dan tumbuhan, tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang lebih berkelanjutan, sehat, dan menyenangkan untuk dihuni,” ujar Siti.

Generasi muda cinta lingkungan

HKAN tahun ini mengangkat tema “Aktualisasi Konservasi Alam pada Generasi Muda Indonesia” dengan slogan “Youth for Sustainable Nature“. Tema ini mencerminkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian alam.

Lebih dari separuh penduduk Indonesia saat ini adalah generasi muda yang memiliki karakter kreatif dan adaptif terhadap teknologi. Pemerintah berperan penting menyediakan platform yang sesuai untuk generasi muda agar dapat menjadi agen konservasi masa depan.

Baca Juga: Pemerintah akan Reaktivasi Sumur Migas yang Tidak Aktif

“Mari kita cetak generasi muda yang cinta lingkungan dari HKAN 2024 Boyolali,” seru Siti.

Sementara di tengah krisis global termasuk perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi yang meningkat, keterlibatan seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting. Siti mengklaim Indonesia telah menunjukkan komitmen menangani perubahan iklim melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) dan kebijakan jangka panjang menuju net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Dalam bidang keanekaragaman hayati, Indonesia berkomitmen untuk mencapai visi 2050 “Living in Harmony with Nature” yang diadopsi dalam Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM-GBF). Upaya ini mencakup tindakan korektif untuk mengurangi risiko kepunahan spesies, mempertahankan keanekaragaman genetik, serta mengelola interaksi manusia-satwa liar untuk meminimalkan konflik.

Baca Juga: Hadapi Gempa Megathrust, Pelaku Pariwisata Bangun Kesiapsiagaan di Destinasi Wisata

Wujud nyata dari keberhasilan konservasi, Siti mengumumkan kelahiran enam ekor anggota baru dari beberapa spesies kunci yang dilindungi di kawasan konservasi Indonesia. Dari Mereka Taman Nasional Ujungkulon ada Estu, Badak jawa betina yang lahir pada Agustus 2023; Wirawono, Badak jawa jantan yang lahir 17 Mei 2024; dan Syauqi, Badak jawa jantan yang lahir 27 Juni 2024.

Kemudian di Taman Nasional Baluran ada Surya, Banteng jawa jantan yang lahir 9 Agustus 2024 dan Lestari, Banteng jawa jantan yang lahir 13 Agustus 2024. Serta Sanur, Orangutan sumatera jantan yang lahir 23 Agustus 2024 di Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

“Peringatan HKAN 2024 bukan hanya momentum selebrasi, tetapi juga kontemplasi atas upaya konservasi yang telah kita lakukan. Mari kita terus bersama-sama menjaga kelestarian alam demi generasi yang akan datang,” seru Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: cinta lingkunganHKAN 2024Kabupaten Boyolalikrisis globalMenteri Siti Nurbayapelestarian alam

Editor

Next Post
Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Bayi gajah lahir di Tesso Nilo, Riau, Juni 2026. Foto Dok. Kementerian Kehutanan.Dua Bayi Gajah Sumatera Lahir di Riau dan Lampung, Panjang Umurlah Kalian!
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Konpers Walhi se-Kalimantan mengkritisi deforestasi Pulau Kalimantan di Samarinda, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Walhi Kalimantan Serukan Pulihkan Alam Pulau Kalimantan
    In Lingkungan
    Kamis, 11 Juni 2026
  • Peta potensi tsunami dari dampak skenario gempa megathrust pantai selatan Jawa. Foto @widjokongko/twitterUngkap Jejak Tsunami Purba di Selatan Jawa Lewat Sedimen dan Legenda
    In IPTEK
    Rabu, 10 Juni 2026
  • Sidang pembuktian jalan 135 km di PTUN Jayapura, 9 Juni 2026. Lovenila/Greenpeace.Sidang Pembuktian Gugatan Jalan 135 Kilometer di Merauke, Hakim Minta Pembangunan Dihentikan
    In News
    Rabu, 10 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media