Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hutan Gundul, Populasi Nyamuk Meledak, Penyakit Merajalela

Sabtu, 14 Februari 2026
A A
Ilustrasi nyamuk hutan. Foto Erik_Karits/pixabay.com.

Ilustrasi nyamuk hutan. Foto Erik_Karits/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Deforestasi merupakan proses hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat campur tangan manusia. Aktivitas tersebut mengubah kawasan berhutan menjadi lahan nonhutan secara irreversibel dan melenyapkan fungsi ekologis hutan.

“Hutan memiliki peran utama sebagai habitat flora dan fauna, penyeimbang siklus air, serta pengatur iklim. Ketika hutan hilang, seluruh fungsi tersebut ikut lenyap,” ujar Ahli Entomologi IPB University, Prof. Upik Kesumawati Hadi.

Deforestasi umumnya terjadi di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan aktivitas manusia, seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, dan permukiman. Konversi kawasan hutan untuk kepentingan tertentu menyebabkan hilangnya vegetasi dan ekosistem hutan secara permanen.

Dampak paling serius dari kondisi tersebut adalah hilangnya habitat alami flora dan fauna, terutama spesies endemik. Deforestasi yang terus berlanjut dapat menyebabkan kepunahan berbagai jenis makhluk hidup yang tidak dapat dihindari.

Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup Lindungi Pesut Mahakam Lewat Desa Konservasi

Deforestasi picu ledakan nyamuk

Hilangnya hutan juga berdampak langsung pada perilaku nyamuk. Ketika habitat alami nyamuk dan satwa liar rusak, nyamuk kehilangan inang alaminya dan beralih menggigit manusia.

“Manusia yang bermukim di kawasan bekas hutan menjadi target paling mudah sebagai sumber darah utama,” jelas dia.

Banyak laporan penelitian menunjukkan wilayah dengan tingkat deforestasi tinggi memiliki populasi nyamuk yang lebih melimpah dan risiko penyakit yang lebih besar. Sebab berkurangnya keanekaragaman hayati menghilangkan penyangga alami penularan penyakit, sehingga manusia semakin sering menjadi sumber darah utama nyamuk yang bersifat oportunis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ahli Entomologi IPB UniversityDeforestasikawasan hutanKrisis LingkunganPopulasi Nyamuk

Editor

Next Post
Deforestasi hutan. Foto Lilik Budi Prasetyo/BRIN.

Banjir Bandang menjadi Alarm Ekosistem Hutan yang Runtuh

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media