Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kementerian Lingkungan Hidup Lindungi Pesut Mahakam Lewat Desa Konservasi

Sabtu, 14 Februari 2026
A A
Kunjungan pejabat KLH/BPLH di kawasan konservasi Pesut Mahakam di Kalimantan Timur. Foto KLH/BPLH.

Kunjungan pejabat KLH/BPLH di kawasan konservasi Pesut Mahakam di Kalimantan Timur. Foto KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Setelah Desa Pela, Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun dan Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ditetapkan menjadi Desa Konservasi Pesut Mahakam.

Menurut Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rasio Ridho Sani, penetapan itu merupakan komitmen pemerintah untuk memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati, khususnya perlindungan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) yang berstatus kritis.

Mengingat Pesut Mahakam bukan hanya satwa dilindungi, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem Sungai Mahakam. Pelestarian habitatnya harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta masyarakat lokal.

Kawasan danau dan Sungai Mahakam merupakan ekosistem penting yang tidak hanya menjadi habitat pesut. Melainkan juga berbagai spesies lain, seperti bekantan, berang-berang, bangau, dan satwa air lainnya. Juga memiliki peran strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Baca juga: Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Seluruh aktivitas di kawasan ini, baik perikanan, transportasi air, perkebunan, pertambangan, pariwisata, maupun kegiatan lainnya, harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak merusak habitat Pesut Mahakam. Rasio mendorong penguatan pengelolaan sampah dan limbah di kawasan sungai dan Danau Mahakam untuk mencegah pencemaran perairan dan menjaga kualitas habitat satwa.

“KLH/BPLH membuka akses seluas-luasnya bagi laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran atau perusakan lingkungan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme penegakan hukum,” kata Rasio saat melakukan kunjungan ke Kawasan Konservasi Perairan Mahakam.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari penguatan agenda nature positive, yaitu upaya pelestarian alam yang justru membuka peluang manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu instrumen yang tengah disiapkan pemerintah adalah pengembangan biodiversity credit yang berintegritas dan berpihak pada masyarakat lokal.

Pemerintah berharap Kawasan Konservasi Pesut Mahakam dapat menjadi contoh pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan dengan manfaat alam dan lingkungan hidup yang adil dan seimbang (fair and equitable benefits). Juga menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan hidup.

Baca juga: Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Akibat pencemaran dan lalu lalang tongkang batu bara

November 2025 lalu, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Gakkum LH) menindaklanjuti laporan Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) terkait temuan dua ekor Pesut Mahakam mati di perairan anak Sungai Mahakam. Spesimen diperiksa jaringan di Laboratorium Universitas Mulawarman Samarinda untuk memastikan penyebab kematian.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Desa Konservasi Pesut MahakamKalimantan TimurKLH/BPLHKutai KertanegaraPesut MahakamTongkang Batu Bara

Editor

Next Post
Ilustrasi nyamuk hutan. Foto Erik_Karits/pixabay.com.

Hutan Gundul, Populasi Nyamuk Meledak, Penyakit Merajalela

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media