Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ikan Napoleon, Penjaga Ekosistem Terumbu Karang yang Terancam Tambang

Penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.

Senin, 30 Juni 2025
A A
Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Ikan Napoleon. Foto ClickerHappy/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Sayangnya, ikan ini menghadapi berbagai ancaman, termasuk aktivitas penambangan di wilayah pesisir. Penambangan bisa merusak habitat terumbu karang melalui sedimentasi, polusi, dan peningkatan kekeruhan air yang mengganggu perilaku makan dan komunikasi ikan napoleon.

Ia menguraikan penambangan juga dapat menyebabkan perubahan kimia air laut, seperti peningkatan kadar logam berat, yang berpotensi meracuni ikan dan mengganggu rantai makanan laut.

Baca juga: Dugong, Mamalia Laut yang Dilindungi dan Berperan Menyimpan Karbon

“Gangguan terhadap rantai makanan ini juga akan berdampak pada ketersediaan makanan bagi ikan napoleon dan spesies laut lainnya,” jelas Mukhlis.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tambang di wilayah pesisir bisa memicu gangguan ekosistem laut secara kompleks dan tidak langsung. Polusi dari tambang dapat mencemari air laut, merusak padang lamun, hutan bakau, serta mengubah dinamika sedimen di pesisir. Akibatnya, proses erosi dan sedimentasi terganggu, yang turut memengaruhi habitat laut.

“Dampak jangka panjangnya bisa berupa perubahan struktur komunitas laut, penurunan biodiversitas, dan kerugian bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya laut untuk kehidupannya,” papar dia.

Baca juga: Belajar dari Kasus Juliana, Operator hingga Pendaki Harus Patuhi SOP Pendakian Ekstrem Gunung Rinjani

Untuk itu, perlu ada tindakan konservasi melalui pembentukan kawasan perlindungan laut serta pengaturan penangkapan ikan napoleon secara ketat. Perlindungan terhadap ikan napoleon urgen dilakukan karena kian terancam akibat aktivitas penambangan di wilayah pesisir.

“Upaya ini tidak hanya untuk menyelamatkan spesies ini, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivitas tambangFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Universityikan Napoleonterumbu karang

Editor

Next Post
Aksi solidaritas masyarakat Pulau Enggano di Bengkulu, 5 Mei 2025. Foto Dok. AMAN.

DPR Janji Pantau Aksesibilitas Transportasi Masyarakat Adat di Pulau Enggano

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media