Rabu, 19 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ikan Nila dan Mujair Berbeda secara Morfologis, Tak Jauh Beda dalam Reproduksi

Burayak (anak ikan) tetap diasuh di dalam mulut induk mujair selama sekitar satu pekan tambahan setelah dilepaskan.

Kamis, 24 Juli 2025
A A
Ikan nila dan ikan mujair. Foto fishbase.se.

Ikan nila dan ikan mujair. Foto fishbase.se.

Share on FacebookShare on Twitter

Burayak diasuh dalam mulut induk mujair

Sementara ikan mujair (Oreochromis mossambicus) menunjukkan karakteristik morfologis yang berbeda. Warna sirip punggung pada mujair umumnya hitam dengan ujung sirip kemerahan, dan sirip ekor tidak memiliki pola garis-garis.

Mujair memiliki gigi faring yang halus, serta bentuk rahang dan kepala yang khas, terutama pada jantan dewasa yang sedang bereproduksi.

Baca juga: Lahan Konservasi Gajah dari Prabowo, Pakar Ingatkan Kepastian Status Lahan dan Kesesuaian Habitat

Jantan dewasa memiliki kepala bagian atas yang cekung, warna tubuh menjadi hitam, dan bagian bawah kepala tampak putih. Tepi sirip punggung serta sirip ekor tampak kemerahan.

Untuk betina dan mujair muda memperlihatkan pola garis-garis dan belang di bagian tengah tubuh serta punggung. Rumus sirip ikan mujair adalah D XVII.12; C 0.20; A III.10; P II.24; dan V III.10.

Namun dalam aspek reproduksi, ikan nila dan ikan mujair tidak jauh berbeda. Ikan mujair jantan membangun sarang sebagai tempat pemijahan. Betina dapat menghasilkan hingga 1.775 telur matang yang menetas dalam waktu 3 hingga 5 hari. Menariknya, burayak (anak ikan) tetap diasuh di dalam mulut induknya selama sekitar satu minggu tambahan setelah dilepaskan.

“Pemijahan ikan mujair bisa terjadi lebih dari satu kali dalam satu musim, tergantung kondisi lingkungan. Bahkan, spesies ini mampu berkembang biak di perairan dengan salinitas tinggi antara 35 hingga 49 ppt,” jelas dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FPIK IPB Universityikan mujairikan nila

Editor

Next Post
Represifitas dalam penanganan konflik agraria di Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto Dok. KPA.

Konflik Tenurial, BAM DPR Dorong Keadilan Bagi Warga di Kawasan Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media