Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Kaya Sumber Hayati, Tapi Bahan Baku Obat Masih Impor

Upaya menuju ketahanan kesehatan nasional dengan kemandirian obat menjadi tantangan Indonesia. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi keanekaragaman hayati.

Rabu, 24 Agustus 2022
A A
Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Jangan Kebanyakan Pakai Obat Kumur, Ini Alasannya

Pertama, pengembangan bahan baku obat berbasis bioteknologi, herbal terstandar atau fitofarmaka, dan kimiawi.

“Ini jadi prioritas utama,” kata Siswandono.

Kedua, mengembangkan industri farmasi untuk memproduksi bahan baku obat dan eksipien secara mandiri. Terutama yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti parasetamol, asetol, amoksisilin, hingga vaksin.

Ketiga, mendorong industri farmasi untuk mengembangkan bidang riset dan pembangunan untuk memproduksi bahan baku obat dan eksipien secara mandiri.

Keempat, mengembangkan perkebunan tanaman obat untuk suplai bahan baku obat. Kelima, membuat pusat penelitian pengembangan obat terpadu dengan peralatan canggih dan terkini yang dapat diakses dan digunakan seluruh akademisi dan lembaga penelitian di Indonesia.

Baca Juga: Kata Ahli Kesehatan dan Hukum Islam Unair Soal Legalisasi Ganja Medis

Sementara tantangan pengembangan bahan baku obat adalah industri kimia dalam negeri belum mampu menyediakan bahan kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan obat. Selain itu, industri bahan baku obat memerlukan investasi besar dengan tingkat kegagalan yang cukup tinggi.

Selain itu, kurang ada sinergi antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah.

“Hasil penelitian yang dilakukan seringkali tidak dimanfaatkan secara komersial atau dikembangkan sampai skala industri, karena kurang diminati kalangan bisnis,” ungkap Siswandono. [WLC02]

Sumber: kemkes.go.id, unair.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahan baku obatbioteknologiindustri farmasikeanekaragaman hayatiKemenkesP4TOPEDpenemuan obat barupengembangan obatUnair

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Ronny Rachman Noor: Flora Fauna Liar di Ambang Kepunahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media