Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ronny Rachman Noor: Flora Fauna Liar di Ambang Kepunahan

Eksploitasi tak berkelanjutan oleh manusia mengakibatkan tumbuhan dan hewan di muka bumi lekas punah. Kepunahan ini pun berdampak bagi keberlangsungan hidup manusia.

Kamis, 25 Agustus 2022
A A
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan laporan terbaru The Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES), populasi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) secara global sudah mengkhawatirkan akibat aktivitas pertanian. Lantaran demi memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya, deforestasi semakin tidak terkendali dan kualitas lingkungan semakin memburuk.

“Dan jika hewan dan tumbuhan yang dibutuhkan manusia sebagian besar punah, akan berdampak langsung pada kehidupan manusia karena mengancam keamanan pangan dunia,” kata Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor.

Berdasarkan laporan IPBES saat ini, satu dari lima orang di seluruh dunia masih sangat bergantung pada sekitar 50.000 spesies hewan liar, tumbuhan, dan jamur. Baik untuk makanan, obat-obatan, kosmetik, pariwisata, bahan bakar, pendapatan dan tujuan lainnya.

Baca Juga: Menunggu Perkawinan Rasi-Slamet, IPB Aplikasikan Teknologi Pelestarian Spesies Langka

Belum lagi perburuan liar akibat perdagangan satwa liar yang marak setiap tahun mencapai nilai US$ 23 miliar. Perubahan iklim serta peningkatan permintaan satwa dan tumbuhan liar yang semakin tinggi akan mendorong lebih banyak spesies menuju kepunahan.

“Dampak eksploitasi sumberdaya alam yang tidak berkelanjutan merupakan faktor utama yang mendorong cepatnya laju kepunahan ini,” imbuh Ronny.

Eksploitasi alam secara masif ini mengakibatkan sekitar 35 persen ikan liar ditangkap berlebihan. Sekitar 1.300 jenis hewan dan 10 persen pohon liar juga terancam punah. Para pakar konservasi memperkirakan dalam beberapa puluh tahun mendatang, sekitar satu juta jenis tumbuhan dan hewan dapat saja punah.

Baca Juga: Perayaan Hari Hutan Indonesia 2022 Kampanyekan Hutan Kita Sultan

Upaya untuk memperlambat laju kepunahan adalah menekankan pola penangkapan ikan, perburuan hewan, dan penebangan yang berkelanjutan.

“Sehingga pemanfaatan sumberdaya alam tidak menyebabkan terganggunya keseimbangan alam,” kata Ronny.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: faunafloraflora fauna liarIPB UniversityIPBESkeanekaragaman hayatiketahanan panganProf. Ronny Rachman Noorterancam punah

Editor

Next Post
Jalur sadarehe Gunung Ciremai, Jawa Barat, resmi jadi jalur pendakian kelima yang menyajikan panorama padang savana. Foto ppid.menlhk.go.id.

Jalur Sadarehe Gunung Ciremai Resmi Jadi Jalur Pendakian Kelima, Ini Keindahannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media