Senin, 6 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indra, Gajah yang 30 Tahun Tangani Konflik Satwa Liar Tutup Usia

Rabu, 24 Juni 2026
A A
Gajah Indra dari Way Kambas tutup usia. Foto Dok. TNWK.

Gajah Indra dari Way Kambas tutup usia. Foto Dok. TNWK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indra, gajah jinak jantan berusia 42 tahun di Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), tutup usia. Gajah ini sudah lebih tiga dekade menjadi bagian penting dalam upaya konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Lampung.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD. Zaidi menyatakan kematian gajah Indra merupakan kehilangan besar bagi dunia konservasi Indonesia.

“Gajah Indra bukan hanya satwa binaan, tetapi bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas. Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata. Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian gajah Indra selama hidupnya,” ujar Zaidi.

Gajah Indra berasal dari Desa Karang Sari, Kabupaten Lampung Timur yang bergabung dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) TNWK sejak tahun 1995. Dikenal memiliki karakter yang kuat, tangguh, dan berani.

Gajah Indra telah terlibat dalam berbagai operasi krusial di lapangan, mulai dari evakuasi gajah liar, patroli perlindungan kawasan, hingga mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di berbagai wilayah Lampung. Dedikasi ini membuatnya sangat dihormati para mahout, dokter hewan, perawat satwa, serta para pegiat konservasi.

Pascakecelakaan lalu lintas

Penurunan kondisi kesehatan Gajah Indra berakar dari insiden pada akhir 2017. Seusai membantu penanganan konflik satwa di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), kendaraan yang mengangkut Gajah Indra mengalami kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tersebut mengakibatkan trauma fisik serius. Hasil pemeriksaan medis menduga Indra mengalami gangguan pada ruas tulang belakang (suspect ruptur os vertebrae) yang secara bertahap memengaruhi gerak dan kesehatannya.

Sejak cedera tersebut, Gajah Indra dipensiunkan dari tugas lapangan. Tim dokter hewan dan perawat satwa TNWK memberikan perawatan intensif, terapi, serta pemantauan harian untuk menjaga kualitas hidupnya. Namun, kondisi fisiknya terus menurun seiring bertambahnya usia.

Pada Minggu, 21 Juni 2026 sore, Gajah Indra menjalani aktivitas rutin mandi di area rawa. Saat hendak diarahkan naik kembali menuju kandang, Indra tiba-tiba ambruk di lereng rawa dan tidak mampu berdiri. Upaya darurat segera dilakukan mahout pendamping, Siswo, bersama tim rescue dengan bantuan gajah jinak lainnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gajah IndraGajah SumateraKonflik Satwa LiarTaman Nasional Way Kambas

Editor

Next Post
Proyek LNG Donggi Senoro di Sulawesi. Foto dslng.com.

Proyek LNG Donggi-Senoro Berdampak Buruk, Masyarakat Lokal Ajukan Petisi ke Perusahaan Jepang

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi salah satu kucing ras jumbo. Foto Kadisha/Pixabay.com.Mengenal Kucing Ras Jumbo untuk Dipelihara di Rumah
    In Rehat
    Kamis, 25 Juni 2026
  • Proyek LNG Donggi Senoro di Sulawesi. Foto dslng.com.Proyek LNG Donggi-Senoro Berdampak Buruk, Masyarakat Lokal Ajukan Petisi ke Perusahaan Jepang
    In Lingkungan
    Rabu, 24 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media