Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ingin Menang Kontes, Ini Tips Budidaya Ikan Guppy

Ikan guppy tengah menjadi primadona pecinta ikan hias. Sejumlah kontes pun digelar. Bagaimana cara membudidayakannya?

Rabu, 23 Februari 2022
A A
Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Share on FacebookShare on Twitter

Indukan jantan dipilih ketika berumur tiga bulan karena dianggap sudah siap untuk memijah begitupun induk betina. Kondisi fisik ikan jantan harus memiliki warna yang cerah dan tidak ada cacat pada semua bagian tubuhnya.

Lain halnya dengan induk betina yang dipilih dengan ciri fisik ikan yang tidak ada campuran warna lain agar genetik ikan jantan lebih dominan terhadap anaknya.

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem Berupa Hujan Es dan Puting Beliung Hingga April 2022

Langkah kedua adalah menjaga suhu dan kualitas air. Apabila suhu terlalu dingin atau terlalu panas akan mengganggu kehidupan ikan. Bagi pemula, pemeliharaan dilakukan dalam ruangan agar tidak ada perubahan suhu yang terlalu drastis. Pakan yang diberikan lebih difokuskan pada pelet Mem prime karena lebih ekonomis dan mudah didapatkan.

“Pakan alami juga bisa diberikan, yaitu artemia,” kata Elhgy.

Namun proses penetasan artemia memerlukan waktu dan ketelitian yang tinggi. Jika pada ikan hias lain banyak menggunakan cacing sutra, maka pada pemeliharaan guppy cukup jarang digunakan karena ditakutkan membawa penyakit. [WLC02]

Sumber: ipb.ac.id 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: budidaya guppyikan cupangikan guppyikan hiaskontes

Editor

Next Post
Sakura dan bayinya, Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), pertama kali terlihat pada 9 Februari 2022 di area soft release Suaka Margasatwa Lamandau, Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Bayi Orangutan Kalimantan ke-102 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media