Selasa, 3 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ingin Menang Kontes, Ini Tips Budidaya Ikan Guppy

Ikan guppy tengah menjadi primadona pecinta ikan hias. Sejumlah kontes pun digelar. Bagaimana cara membudidayakannya?

Rabu, 23 Februari 2022
A A
Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Ikan guppy. Foto Instagram @aquarium_guppies.

Share on FacebookShare on Twitter

Indukan jantan dipilih ketika berumur tiga bulan karena dianggap sudah siap untuk memijah begitupun induk betina. Kondisi fisik ikan jantan harus memiliki warna yang cerah dan tidak ada cacat pada semua bagian tubuhnya.

Lain halnya dengan induk betina yang dipilih dengan ciri fisik ikan yang tidak ada campuran warna lain agar genetik ikan jantan lebih dominan terhadap anaknya.

Baca Juga: Waspadai Cuaca Ekstrem Berupa Hujan Es dan Puting Beliung Hingga April 2022

Langkah kedua adalah menjaga suhu dan kualitas air. Apabila suhu terlalu dingin atau terlalu panas akan mengganggu kehidupan ikan. Bagi pemula, pemeliharaan dilakukan dalam ruangan agar tidak ada perubahan suhu yang terlalu drastis. Pakan yang diberikan lebih difokuskan pada pelet Mem prime karena lebih ekonomis dan mudah didapatkan.

“Pakan alami juga bisa diberikan, yaitu artemia,” kata Elhgy.

Namun proses penetasan artemia memerlukan waktu dan ketelitian yang tinggi. Jika pada ikan hias lain banyak menggunakan cacing sutra, maka pada pemeliharaan guppy cukup jarang digunakan karena ditakutkan membawa penyakit. [WLC02]

Sumber: ipb.ac.id 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: budidaya guppyikan cupangikan guppyikan hiaskontes

Editor

Next Post
Sakura dan bayinya, Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), pertama kali terlihat pada 9 Februari 2022 di area soft release Suaka Margasatwa Lamandau, Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Bayi Orangutan Kalimantan ke-102 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media