Minggu, 14 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Geolog Sebut Pembentukan Sinkhole di Sumatra Barat Dipengaruhi Siklon Senyar

Fenomena ini terjadi akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi.

Rabu, 7 Januari 2026
A A
Sinkhole di Sumatra Barat. Foto starfmmadina.com.

Sinkhole di Sumatra Barat. Foto starfmmadina.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tanah di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat tiba-tiba ambles, Jumat, 4 Januari 2026. Diameter lubang misterius itu lebih dari 10 meter dan berpotensi meluas, bahkan semakin dalam.

Demikian fenomena sinkhole atau lubang amblas akibat lapisan batuan di bawah yang digunakan untuk menyangga material di permukaan, runtuh atau terkikis.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Wahyu Wilopo menuturkan fenomena ini terjadi akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi.

Baca juga: Libur Nataru Pantau 20 Lebih Gunung Api, Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas

“Terlebih, siklon Senyar yang terjadi akhir November 2025 lalu memicu curah hujan melimpah,” kata Wahyu di Kampus UGM, Rabu, 7 Januari 2026.

Sementara di daerah Sumatra Barat terdiri dari beberapa satuan batuan, salah satunya gamping. Keberadaan siklon Senyar bisa memicu terjadinya sinkhole.

Fenomena ini tidak bisa muncul pada semua jenis tanah. Melainkan lebih sering terjadi di wilayah geologi tertentu, seperti karst (batu gamping/kapur), tanah berongga, atau wilayah dengan aktivitas manusia yang mempercepat pelarutan dan erosi. Di kawasan karst, air hujan bisa melarutkan batuan yang membentuk rongga bawah tanah.

Baca juga: Banjir Bandang Sitaro, Korban Tewas Mencapai 16 Orang

Sedangkan di tanah berongga dapat diakibatkan gua alami maupun kegiatan tambang. Wilayah dengan material vulkanik lapuk mengakibatkan mudah erosi hingga rentan ambles.

“Sinkhole yang terjadi ini dapat karena daerah eksploitasi air tanah berlebihan sehingga menurunkan muka air tanah, memperbesar rongga, dan melemahnya struktur tanah hingga sinkhole,” papar dia.

Selain mengubah topografi yang awalnya kawasan pertanian, lubang misterius ini dapat berdampak pada rusaknya ekosistem flora fauna sekitar. Tak dipungkiri, limbah maupun material berbahaya masuk dan mencemari air melalui sungai bawah tanah. Rongga yang terbentuk memperbesar juga risiko tanah ambles lanjutan di sekitar lokasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMSiklon SenyarSinkholeSumatra Barat

Editor

Next Post
Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Insinerator Minim Asap, Solusi Kebiasaan Bakar Sampah di Perdesaan

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media