Jumat, 23 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Geolog Sebut Pembentukan Sinkhole di Sumatra Barat Dipengaruhi Siklon Senyar

Fenomena ini terjadi akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi.

Rabu, 7 Januari 2026
A A
Sinkhole di Sumatra Barat. Foto starfmmadina.com.

Sinkhole di Sumatra Barat. Foto starfmmadina.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tanah di kawasan persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat tiba-tiba ambles, Jumat, 4 Januari 2026. Diameter lubang misterius itu lebih dari 10 meter dan berpotensi meluas, bahkan semakin dalam.

Demikian fenomena sinkhole atau lubang amblas akibat lapisan batuan di bawah yang digunakan untuk menyangga material di permukaan, runtuh atau terkikis.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Wahyu Wilopo menuturkan fenomena ini terjadi akibat kombinasi faktor geologi seperti pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi.

Baca juga: Libur Nataru Pantau 20 Lebih Gunung Api, Lewotobi Laki-laki Berstatus Awas

“Terlebih, siklon Senyar yang terjadi akhir November 2025 lalu memicu curah hujan melimpah,” kata Wahyu di Kampus UGM, Rabu, 7 Januari 2026.

Sementara di daerah Sumatra Barat terdiri dari beberapa satuan batuan, salah satunya gamping. Keberadaan siklon Senyar bisa memicu terjadinya sinkhole.

Fenomena ini tidak bisa muncul pada semua jenis tanah. Melainkan lebih sering terjadi di wilayah geologi tertentu, seperti karst (batu gamping/kapur), tanah berongga, atau wilayah dengan aktivitas manusia yang mempercepat pelarutan dan erosi. Di kawasan karst, air hujan bisa melarutkan batuan yang membentuk rongga bawah tanah.

Baca juga: Banjir Bandang Sitaro, Korban Tewas Mencapai 16 Orang

Sedangkan di tanah berongga dapat diakibatkan gua alami maupun kegiatan tambang. Wilayah dengan material vulkanik lapuk mengakibatkan mudah erosi hingga rentan ambles.

“Sinkhole yang terjadi ini dapat karena daerah eksploitasi air tanah berlebihan sehingga menurunkan muka air tanah, memperbesar rongga, dan melemahnya struktur tanah hingga sinkhole,” papar dia.

Selain mengubah topografi yang awalnya kawasan pertanian, lubang misterius ini dapat berdampak pada rusaknya ekosistem flora fauna sekitar. Tak dipungkiri, limbah maupun material berbahaya masuk dan mencemari air melalui sungai bawah tanah. Rongga yang terbentuk memperbesar juga risiko tanah ambles lanjutan di sekitar lokasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMSiklon SenyarSinkholeSumatra Barat

Editor

Next Post
Insinerator sampah minim asap buatan mahasiswa KKNT IPB University. Foto Dok IPB University.

Insinerator Minim Asap, Solusi Kebiasaan Bakar Sampah di Perdesaan

Discussion about this post

TERKINI

  • Advokasi RUU Masyarakat Adat oleh Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat. Foto Istimewa.RUU Masyarakat Adat Tak Kunjung Disahkan, Jutaan Hektar Wilayah Adat Dirampas
    In Lingkungan
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.Komisi II DPR Minta Rekonstruksi Fasilitas Publik Pascabencana Sumatera Tuntas Dua Tahun
    In News
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
  • Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu
    In News
    Senin, 19 Januari 2026
  • Ilustrasi gajah tua dengan sepasang gading yang utuh. Foto HFGVDCSS/pixabay.com.Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media