Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Batasi Jumlah Makanan Anak Obesitas, Tapi Ini yang Dilakukan

Anak yang mengalami obesitas lebih rentan terhadap penyakit, terutama komplikasi. Ini gejala dan pencegahannya.

Jumat, 4 Maret 2022
A A
Ilustrasi makanan laut. Foto cattalin/pixabay.com.

Ilustrasi makanan laut. Foto cattalin/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Obesitas merupakan kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Penyebabnya karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Jika obesitas terjadi pada anak, maka anak rentan menderita berbagai penyakit yang sulit dikelola.

Berikut gejala klinis anak obesitas yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Seperti wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher tampak pendek, terdapat acanthosis nigricans (bercak kehitaman di belakang leher). Kemudian dadanya terlihat membusung dengan payudara membesar dan napas berbunyi (mengi). Perutnya membuncit dan dinding perut berlipat-lipat.

Dalam kondisi ekstrim, sering juga tungkai berbentuk X akibat kenaikan berat badan yang sangat berlebihan dalam waktu singkat. Kemudian gerakan panggul terbatas dan pada sistem reproduksi laki-laki penis tampak kecil.

Baca Juga: BNPB Libatkan 106 Mahasiswa Data Rumah Rusak Dampak Gempa

“Lebih tepatnya, perlu pemeriksaan antropometri mencakup berat badan, panjang badan atau tinggi badan indeks massa tubuh,” kata dokter Winra Pratita dari IDAI sebagaimana dilansir dari laman kemkes.go.id, Kamis, 3 Maret 2022.

Selain gejala klinis, obesitas pada anak bisa menyebabkan komplikasi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Si anak kemungkinan cepat depresi dan percaya dirinya rendah.

Kemudian di bagian paru, anak kemungkinan bisa mengalami asma atau sleep apnea pada saat tidur. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali. Tandanya adalah mendengkur saat tidur.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Desak PBB Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Tak menutup kemungkinan mengalami kelainan jantung atau kolesterolnya tinggi. Bisa juga peningkatan tekanan darah. Pada bagian hati terjadi perlemakan dan pada perut anak bisa mengalami gerd. Selanjutnya pada pankreas bisa berisiko diabetes tipe 2. Sedangkan bagian lutut mengalami artritis atau nyeri pada sendi.

Bisa juga kakinya bengkok akibat penimbunan berat badan yang sangat masif dalam waktu yang sangat singkat. Bagian reproduksi anak perempuan bisa mengalami menstruasinya tidak teratur atau lebih cepat daripada teman-temannya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anak obesitasasupan energiIDAImakanan sehatpenyakit komplikasi

Editor

Next Post
Sampel polutan yang akan diurai dengan mikroorganisime. Foto its.ac.id.

Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media