Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Januarti Jaya Ekaputri, Perempuan Periset Beton Peraih Aneka Penghargaan

Keilmuannya berbau maskulin. Tak heran, kemampuannya sempat diragukan. Namun perempuan tangguh ini berhasil membuktikan kemampuannya.

Jumat, 6 Mei 2022
A A
Januarti Jaya Ekaputri. Foto its.ac.id.

Januarti Jaya Ekaputri. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bergelut dengan riset soal beton bukan hal asing bagi Januarti Jaya Ekaputri. Namun dia mengakui, perannya sempat dianggap sebelah mata lantaran dunia beton acapkali diidentikkan dengan mayoritas peran laki-laki. Namun Dosen Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini tak surut ke belakang.

Yani, panggilan akrabnya, perlu memberikan usaha yang lebih besar untuk membuat orang percaya bahwa ia memenuhi kualifikasi. Apalagi dengan karakter supel dan suka bicara ini.

“Jadinya saya tidak terlihat pintar kali ya? Tidak terlihat bisa bikin beton,” canda Yani pada pertengahan April 2022.

Baca Juga: Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Dosen yang menamatkan gelar doktoral di University of Tokyo, Jepang ini tidak mempermasalahkan. Kehadirannya sebagai perempuan justru dianggap sebagai nilai tambah. Selain mendapat perhatian dari berbagai kalangan, ia juga cenderung bisa memberi ide-ide riset baru dari sudut pandang lain.

“Lebih banyak hal positif yang saya temui sebagai perempuan di bidang beton,” ungkap Yani.

Kendati sempat diragukan, riset yang dilakukannya sudah melanglang buana di kancah nasional maupun internasional. Sebagai contoh, pada 2018 hingga 2020, Yani terlibat dalam kerjasama ITS dengan Institut Teknologi Nasional Wakayama, Jepang. Riset ini berfokus pada pengembangan self-healing beton-retak dengan memanfaatkan bakteri. Baru-baru ini pun, Yani menghasilkan penelitian tentang pemanfaatan abu vulkanik lumpur Sidoarjo sebagai substitusi semen maupun bahan material 3D beton.

Lucunya, Yani dikenal dengan julukan Queen of Ash alias Ratu Abu karena sering mengangkat penelitian beton yang memanfaatkan limbah batu bara. Bahkan, penelitiannya terkait Geopolimer dari lumpur Lapindo Sidoarjo berhasil membawanya menjadi pemegang Anugerah IPTEK Adibrata 2017, sebuah penghargaan tertinggi bidang teknologi dari pemerintah. Dia juga langganan meraih medali dari berbagai penghargaan di luar negeri.

Baca Juga: Pramaditya Wicaksono: Penginderaan Padang Lamun untuk Pemetaan Karbon

Tak tanggung-tanggung, wanita yang gemar melukis ini pun menunjukkan eksistensi kepemimpinannya di berbagai organisasi bergengsi. Antara lain sebagai Wakil Presiden Asia Pasifik dalam asosiasi peneliti wanita, Global Woman Invention and Innovation Network (GWIIN). Kini juga menjabat sebagai Direktur Konsorsium Riset Geopolimer Indonesia.

“Sebagai perempuan, jangan ragu menunjukkan kemampuan memimpin dan memberikan pendapat,” ujar Yani.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ITSJanuarti Jaya EkaputriLomba Karya Ilmiah Remaja Nasionallumpur Lapindo Sidoarjomaterial 3D betonperempuanperiset beton

Editor

Next Post
Ilustrasi anak dengan prokes. Foto huunghidt/pixabay.com.

Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernafasan, Pakar: Terapkan Prokes 5M

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media