Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Januarti Jaya Ekaputri, Perempuan Periset Beton Peraih Aneka Penghargaan

Keilmuannya berbau maskulin. Tak heran, kemampuannya sempat diragukan. Namun perempuan tangguh ini berhasil membuktikan kemampuannya.

Jumat, 6 Mei 2022
A A
Januarti Jaya Ekaputri. Foto its.ac.id.

Januarti Jaya Ekaputri. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bergelut dengan riset soal beton bukan hal asing bagi Januarti Jaya Ekaputri. Namun dia mengakui, perannya sempat dianggap sebelah mata lantaran dunia beton acapkali diidentikkan dengan mayoritas peran laki-laki. Namun Dosen Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini tak surut ke belakang.

Yani, panggilan akrabnya, perlu memberikan usaha yang lebih besar untuk membuat orang percaya bahwa ia memenuhi kualifikasi. Apalagi dengan karakter supel dan suka bicara ini.

“Jadinya saya tidak terlihat pintar kali ya? Tidak terlihat bisa bikin beton,” canda Yani pada pertengahan April 2022.

Baca Juga: Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Dosen yang menamatkan gelar doktoral di University of Tokyo, Jepang ini tidak mempermasalahkan. Kehadirannya sebagai perempuan justru dianggap sebagai nilai tambah. Selain mendapat perhatian dari berbagai kalangan, ia juga cenderung bisa memberi ide-ide riset baru dari sudut pandang lain.

“Lebih banyak hal positif yang saya temui sebagai perempuan di bidang beton,” ungkap Yani.

Kendati sempat diragukan, riset yang dilakukannya sudah melanglang buana di kancah nasional maupun internasional. Sebagai contoh, pada 2018 hingga 2020, Yani terlibat dalam kerjasama ITS dengan Institut Teknologi Nasional Wakayama, Jepang. Riset ini berfokus pada pengembangan self-healing beton-retak dengan memanfaatkan bakteri. Baru-baru ini pun, Yani menghasilkan penelitian tentang pemanfaatan abu vulkanik lumpur Sidoarjo sebagai substitusi semen maupun bahan material 3D beton.

Lucunya, Yani dikenal dengan julukan Queen of Ash alias Ratu Abu karena sering mengangkat penelitian beton yang memanfaatkan limbah batu bara. Bahkan, penelitiannya terkait Geopolimer dari lumpur Lapindo Sidoarjo berhasil membawanya menjadi pemegang Anugerah IPTEK Adibrata 2017, sebuah penghargaan tertinggi bidang teknologi dari pemerintah. Dia juga langganan meraih medali dari berbagai penghargaan di luar negeri.

Baca Juga: Pramaditya Wicaksono: Penginderaan Padang Lamun untuk Pemetaan Karbon

Tak tanggung-tanggung, wanita yang gemar melukis ini pun menunjukkan eksistensi kepemimpinannya di berbagai organisasi bergengsi. Antara lain sebagai Wakil Presiden Asia Pasifik dalam asosiasi peneliti wanita, Global Woman Invention and Innovation Network (GWIIN). Kini juga menjabat sebagai Direktur Konsorsium Riset Geopolimer Indonesia.

“Sebagai perempuan, jangan ragu menunjukkan kemampuan memimpin dan memberikan pendapat,” ujar Yani.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ITSJanuarti Jaya EkaputriLomba Karya Ilmiah Remaja Nasionallumpur Lapindo Sidoarjomaterial 3D betonperempuanperiset beton

Editor

Next Post
Ilustrasi anak dengan prokes. Foto huunghidt/pixabay.com.

Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernafasan, Pakar: Terapkan Prokes 5M

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media