Rabu, 3 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jejak Migrasi Prasejarah hingga Awal Manusia Modern di Indonesia

Penelitian ini krusial karena berkaitan erat dengan upaya memahami dinamika awal peradaban manusia di Nusantara.

Minggu, 31 Mei 2026
A A
Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.

Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Migrasi manusia modern dari Afrika menuju Asia Tenggara tidak berlangsung dalam satu gelombang tunggal, tetapi melalui tahapan panjang dan jalur yang beragam. Salah satu teori yang berkembang adalah teori migrasi pesisir (coastal migration theory), yakni perpindahan manusia melalui kawasan pantai yang menyediakan sumber pangan melimpah dan jalur mobilitas yang lebih mudah dibanding wilayah pedalaman.

“Pada masa glasial, permukaan laut turun sehingga membentuk daratan luas yang menghubungkan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Kondisi ini memungkinkan mobilitas manusia, flora, dan fauna di Paparan Sunda,” ujar dia.

Wilayah timur Paparan Sunda memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung menuju Wallacea dan Sahul atau Australia-Papua. Sejumlah situs arkeologi di Kalimantan menunjukkan keberadaan manusia modern sejak sekitar 45.000–30.000 tahun lalu, di antaranya melalui temuan alat batu, sisa fauna, dan bukti hunian gua.

Namun penelitian migrasi manusia awal di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan berat, terutama akibat kondisi iklim tropis yang menyebabkan fosil sulit terawetkan.

“Tingkat keasaman tanah yang tinggi mempercepat kerusakan tulang dan kolagen sehingga menyulitkan proses penanggalan absolut,” jelas dia.

Solusinya, dilakukan penelitian lanjutan melalui survei geofisika, analisis sedimen, dan berbagai metode penanggalan modern guna memperoleh data lebih akurat mengenai migrasi manusia prasejarah di kawasan Paparan Sunda.

Perlu penelitian lanjutan

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) BRIN, Herry Yogaswara menyampaikan tema ini sangat krusial karena berkaitan erat dengan upaya memahami dinamika awal peradaban manusia di Nusantara.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pembentukan Center for Human Evolution, Adaptation, and Dispersal in Southeast Asia (CHEADSEA) yang saat ini telah mendapatkan perhatian resmi dari Unesco.

“Melalui forum akademik dan lembaga kajian seperti ini, diharapkan muncul berbagai inspirasi baru serta penguatan kolaborasi riset terkait migrasi manusia prasejarah,” ujar Herry.

Sementara Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Sektiadi menggarisbawahi, penelitian mengenai migrasi manusia masa lalu tidak boleh hanya terpaku pada pembahasan perpindahan populasi semata. Riset modern harus mampu memetakan bagaimana penyebaran budaya, teknologi, bahasa, hingga pembentukan identitas sosial terjadi.

Dalam konteks tersebut, Sektiadi menilai kawasan Sumatra dan Kalimantan memegang posisi geografis sangat strategis dalam jalur migrasi purba di Asia Tenggara.

“Melalui integrasi penelitian multidisipliner yang menggabungkan arkeologi, antropologi, dan genetika, kami dapat memahami utuh bagaimana manusia masa lalu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan membangun kebudayaannya,” urai Sektiadi. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Manusia ModernPaparan SundaPR APS BRINPrasejarahPulau KalimantanSumatra Utara

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.Jejak Migrasi Prasejarah hingga Awal Manusia Modern di Indonesia
    In Rehat
    Minggu, 31 Mei 2026
  • Varietas padi Gamagora 7 ditanam di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Foto Kagama Kaltim.Padi Gamagora 7 Diujicoba di Lahan Tadah Hujan Kalimantan Timur
    In News
    Sabtu, 30 Mei 2026
  • Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memadamkan karhutla di Provinsi Riau, 29 Mei 2026. Foto Dok. Kemenhut.Godzilla El Nino Menguat Juni, Pemerintah Harus Hentikan Kebijakan Ekstraktif
    In News
    Jumat, 29 Mei 2026
  • Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.Teknologi Ubah Gas Metana di TPA Menjadi Sumber Energi dan Menekan Emisi
    In IPTEK
    Kamis, 28 Mei 2026
  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media