Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jokowi Genjot Transformasi Ekonomi Hijau sekaligus Ekspor Turunan Bahan Tambang

Senin, 17 Januari 2022
A A
Suasana sejuk di hilir Kali Kuning di Sleman. Foto wanaloka.com.

Suasana sejuk di hilir Kali Kuning di Sleman. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat ini, pemerintah terus mempercepat transformasi ekonomi menuju sebuah ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain melakukan transformasi ekonomi digital, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia memiliki modal besar untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau dengan hasil produk hijau yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Potensi energi baru terbarukan kita 418 gigawatt, berarti 418 ribu megawatt. Gedhe sekali,” kata Jokowi saat berpidato dalam Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Unpar, Kota Bandung, Jawa Barat sebagaimana dilansir dari laman presidenri.go.id, Senin, 17 Januari 2022.

Baca Juga: Mengenal Persoalan Energi dari Hulu ke Hilir Bersama Walhi Yogyakarta

Beberapa modal besar lain yang mendukung ekonomi hijau, menurut Jokowi adalah 4.400 sungai di Indonesia yang bisa menjadi hydropower dan energi arus bawah laut dari dua pertiga wilayah Indonesia yang berupa lautan. Kemudian geotermal 29 ribu megawatt dan baru dipakai 2.000, artinya masih ada 27 ribu megawatt.

“Kita juga memiliki angin yang sudah dicoba di Jeneponto, di Sidrap, di Sulawesi, di Sukabumi,” papar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara juga masih terus berlangsung. Dia meyakini keberhasilan pembangunan kawasan ini nantinya akan menjadi gerbang baru bagi Indonesia menjadi negara industri besar yang patut diperhitungkan dunia.

“Semoga dalam waktu 4,5 tahun itu sudah bisa diselesaikan untuk yang tahapan pertama,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

Sementara dikutip dari laman United Nations Environment Programe (UNEP), ekonomi hijau atau green economy adalah ekonomi yang rendah karbon dan hemat sumber daya. Konsep ini merupakan bentuk keprihatinan atas sistem ekonomi yang merusak lingkungan. Ekonomi hijau jugaa jadi pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2021.

Eskpor bahan mentah diganti turunan tambang

Pencemaran Limbah Sedimen Bekas Tambang di Desa Lafeu, Sulawesi Tengah. Foto Dok Walhi Sulteng

Pencemaran Limbah Sedimen Bekas Tambang di Desa Lafeu, Sulawesi Tengah. Foto Dok Walhi Sulteng

Di sisi lain, transformasi ekonomi lainnya adalah menghentikan ekspor bahan mentah tambang dan menggantinya dengan ekspor bahan jadi atau bahan setengah jadi dari tambang. Alasan Jokowi, pengiriman bahan mentah atau raw material, terutama ke Eropa sudah dilakukan sejak zaman VOC.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan mentahbesi bajaekonomi hijauEnergihilirisasinikeltambangtransformasi ekonomi

Editor

Next Post
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto kpk.go.id.

KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Menyampaikan LHKPN Tahun 2021

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media