Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jokowi Genjot Transformasi Ekonomi Hijau sekaligus Ekspor Turunan Bahan Tambang

Senin, 17 Januari 2022
A A
Suasana sejuk di hilir Kali Kuning di Sleman. Foto wanaloka.com.

Suasana sejuk di hilir Kali Kuning di Sleman. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat ini, pemerintah terus mempercepat transformasi ekonomi menuju sebuah ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain melakukan transformasi ekonomi digital, Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia memiliki modal besar untuk bertransformasi menuju ekonomi hijau dengan hasil produk hijau yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Potensi energi baru terbarukan kita 418 gigawatt, berarti 418 ribu megawatt. Gedhe sekali,” kata Jokowi saat berpidato dalam Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Unpar, Kota Bandung, Jawa Barat sebagaimana dilansir dari laman presidenri.go.id, Senin, 17 Januari 2022.

Baca Juga: Mengenal Persoalan Energi dari Hulu ke Hilir Bersama Walhi Yogyakarta

Beberapa modal besar lain yang mendukung ekonomi hijau, menurut Jokowi adalah 4.400 sungai di Indonesia yang bisa menjadi hydropower dan energi arus bawah laut dari dua pertiga wilayah Indonesia yang berupa lautan. Kemudian geotermal 29 ribu megawatt dan baru dipakai 2.000, artinya masih ada 27 ribu megawatt.

“Kita juga memiliki angin yang sudah dicoba di Jeneponto, di Sidrap, di Sulawesi, di Sukabumi,” papar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan pembangunan Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara juga masih terus berlangsung. Dia meyakini keberhasilan pembangunan kawasan ini nantinya akan menjadi gerbang baru bagi Indonesia menjadi negara industri besar yang patut diperhitungkan dunia.

“Semoga dalam waktu 4,5 tahun itu sudah bisa diselesaikan untuk yang tahapan pertama,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

Sementara dikutip dari laman United Nations Environment Programe (UNEP), ekonomi hijau atau green economy adalah ekonomi yang rendah karbon dan hemat sumber daya. Konsep ini merupakan bentuk keprihatinan atas sistem ekonomi yang merusak lingkungan. Ekonomi hijau jugaa jadi pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2021.

Eskpor bahan mentah diganti turunan tambang

Pencemaran Limbah Sedimen Bekas Tambang di Desa Lafeu, Sulawesi Tengah. Foto Dok Walhi Sulteng

Pencemaran Limbah Sedimen Bekas Tambang di Desa Lafeu, Sulawesi Tengah. Foto Dok Walhi Sulteng

Di sisi lain, transformasi ekonomi lainnya adalah menghentikan ekspor bahan mentah tambang dan menggantinya dengan ekspor bahan jadi atau bahan setengah jadi dari tambang. Alasan Jokowi, pengiriman bahan mentah atau raw material, terutama ke Eropa sudah dilakukan sejak zaman VOC.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan mentahbesi bajaekonomi hijauEnergihilirisasinikeltambangtransformasi ekonomi

Editor

Next Post
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto kpk.go.id.

KPK Ingatkan Penyelenggara Negara Menyampaikan LHKPN Tahun 2021

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media