Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jovi, Gajah yang Berperan dalam Mitigasi Konflik di Riau Mati

Selasa, 4 Agustus 2026
A A
Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.

Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, uji laboratorium darah, serta gejala yang muncul selama masa perawatan, tim medis menduga Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopati berat.

Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, setelah Jovi dinyatakan mati, tim medis segera melakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, bangkai Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah binaan yang berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di berbagai wilayah Provinsi Riau. Kontribusinya dalam mendukung upaya konservasi gajah Sumatera menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaan konflik satwa liar di Riau.

BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses perawatan Jovi. BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya.

Upaya konservasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, serta mendukung berbagai program perlindungan dan penyelamatan gajah di Indonesia. [WLC02]

Sumber: Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA RiauGajah JoviMitigasi KonflikPLG Minas

Editor

Next Post
Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.

Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media