Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kantong Plastik Jadi Sampah Terbanyak dan Berbahaya, Ini Cara Mengatasinya

Kresek yang menjadi kantong serba guna yang dipakai sehari-hari ternyata merupakan limbah berbahaya bagi lingkungan. Perlu aturan untuk mengatasinya.

Jumat, 15 April 2022
A A
Ilustrasi sampah plastik. Foto RitaE/pixabay.com.

Ilustrasi sampah plastik. Foto RitaE/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai upaya pengurangan sampah di Surabaya, ITS menyediakan fasilitas bank sampah dengan menggandeng Kelompok Pecinta dan Pemerhati Lingkungan (KPPL). Mereka mengajak seluruh civitas academika dan warga sekitar ITS untuk menabung dengan cara menukarkan sampahnya di bank sampah ITS. Sampah-sampah tersebut akan didaur ulang melalui pemilahan terlebih dahulu.

Kepala Unit Smart Eco Campus ITS, Herdayanto Sulistyo Putro mengatakan proses pemilahan sampah oleh masyarakat memerlukan wadah pengumpulan yang baik. Kehadiran bank sampah di ITS diharapkan dapat memacu masyarakat untuk memilah sampah sebelum membuangnya.

Baca Juga: Letusan Gunung Ibu Setinggi 800 Meter

“Selain mengurangi sampah, hadirnya bank sampah di Urban Farming ITS ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat ketika membuang sampah,” jelas Herdayanto.

Lantaran sebelum disetor ke bank sampah, masyarakat perlu memilah, mengklasifikasikan, dan membersihkan sampah terlebih dahulu sebelum disetorkan ke bank sampah ITS. Sampah anorganik ditimbang beratnya oleh pihak bank sampah ITS untuk ditukarkan menjadi poin berdasarkan berat sampah yang dibawa.

Ilustrasi pemilahan sampah. Foto blickpixel/pixabay.com.
Ilustrasi pemilahan sampah. Foto blickpixel/pixabay.com.

“Poin tersebut nantinya dapat ditukarkan ke pihak ITS,”  tutur dosen Departemen Kimia ITS ini.

Ketua Unit Pengembangan Smart Eco Campus ITS Susi Agustina Wilujeng menambahkan, sebelumnya ITS melakukan studi ke bank sampah induk Kota Surabaya dalam pengembangan bank sampah ini. Mulai dari cara penjemputan sampah, pengklasifikasian sampah, hingga pengenalan alat-alat yang diperlukan dalam operasional bank sampah.

Baca Juga: Banjir di Bolmut Capai 1 Meter, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh

“Sampah yang terkumpul di bank sampah ITS akan disetorkan ke bank sampah induk Surabaya,” kata dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

Bank sampah ITS mendapat reaksi positif baik dari mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat sekitar.

“Kami selaku warga ITS sangat mendukung fasilitas bank sampah ini. Semoga program ini membuat terciptanya lingkungan yang lebih bersih,” harap salah satu partisipan bank sampah, Herlin. [WLC02]

Sumber: its.ac.id, 8 dan 11 April 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bank sampahdaur ulangITSkantong plastikmikroplastikplastik sekali pakaisampah plastikSurabaya

Editor

Next Post
Ilustrasi macan tutul. Foto R_Francoeur/pixabay.com.

Menunggu Perkawinan Rasi-Slamet, IPB Aplikasikan Teknologi Pelestarian Spesies Langka

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media