Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kata Kunci Terhindar dari Investasi Bodong: Legal dan Logis

Ingin jadi crazy rich? Hati-hati, jangan ambil jalan pintas sehingga terjebak dalam investasi bodong.

Senin, 21 Maret 2022
A A
Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Apabila anda mendapat iming-iming profit yang menggiurkan dalam waktu singkat dalam bisnis investasi, segeralah mengambil sikap waspada. Lantaran tak menutup kemungkinan tawaran tersebut merupakan salah satu bentuk investasi bodong. Jadi jangan mudah percaya jalan pintas menjadi crazy rich. Lantas bagaimana caranya agar tak terjebak?

Pengamat perbankan, keuangan, dan investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM, Eddy Junarsin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan dua hal dalam berinvestasi.

“Kata kuncinya itu 2 L, yaitu legal dan logis,” kata Eddy menanggapi kasus aplikasi Binomo yang menyeret dua orang influencer sebagaimana dilansir dari laman ugm.ac.id, Ahad, 20 Maret 2022.

Baca Juga: Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Maksud dari legal, bahwa ketika akan berinvestasi, masyarakat sebaiknya terbiasa untuk mendalami soal profil perusahaan penyedia aplikasi. Untuk mencari tahu perusahaan dan aplikasinya legal atau tidak, apa yang dijual, berikut mencari tahu pengalaman orang yang sudah berinvestasi.

Sedangkan logis maksudnya menilai tingkat kewajarannya. Jika menawarkan keuntungan hingga 200 persen per bulan, maka tentu saja tidak logis.

“Tidak ada bisnis yang mampu memberikan keuntungan secara instan berlipat-lipat,” jelas Eddy.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: crazy richinfluenzerinvestasi bodonglegal dan logisperjudian

Editor

Next Post
Prof. Slamet Ibrahim Surantaatmadja/Foto itb.ac.id.

Slamet Ibrahim Surantaatmadja: Tak Semua Negara Produsen Farmasi Mensyaratkan Status Halal

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media