Minggu, 21 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kata Kunci Terhindar dari Investasi Bodong: Legal dan Logis

Ingin jadi crazy rich? Hati-hati, jangan ambil jalan pintas sehingga terjebak dalam investasi bodong.

Senin, 21 Maret 2022
A A
Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Apabila anda mendapat iming-iming profit yang menggiurkan dalam waktu singkat dalam bisnis investasi, segeralah mengambil sikap waspada. Lantaran tak menutup kemungkinan tawaran tersebut merupakan salah satu bentuk investasi bodong. Jadi jangan mudah percaya jalan pintas menjadi crazy rich. Lantas bagaimana caranya agar tak terjebak?

Pengamat perbankan, keuangan, dan investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM, Eddy Junarsin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan dua hal dalam berinvestasi.

“Kata kuncinya itu 2 L, yaitu legal dan logis,” kata Eddy menanggapi kasus aplikasi Binomo yang menyeret dua orang influencer sebagaimana dilansir dari laman ugm.ac.id, Ahad, 20 Maret 2022.

Baca Juga: Pernah Mengalami Quarter Life Crisis? Begini Proses dan Cara Mengatasinya

Maksud dari legal, bahwa ketika akan berinvestasi, masyarakat sebaiknya terbiasa untuk mendalami soal profil perusahaan penyedia aplikasi. Untuk mencari tahu perusahaan dan aplikasinya legal atau tidak, apa yang dijual, berikut mencari tahu pengalaman orang yang sudah berinvestasi.

Sedangkan logis maksudnya menilai tingkat kewajarannya. Jika menawarkan keuntungan hingga 200 persen per bulan, maka tentu saja tidak logis.

“Tidak ada bisnis yang mampu memberikan keuntungan secara instan berlipat-lipat,” jelas Eddy.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: crazy richinfluenzerinvestasi bodonglegal dan logisperjudian

Editor

Next Post
Prof. Slamet Ibrahim Surantaatmadja/Foto itb.ac.id.

Slamet Ibrahim Surantaatmadja: Tak Semua Negara Produsen Farmasi Mensyaratkan Status Halal

Discussion about this post

TERKINI

  • Masyarakat adat Awyu, Papua mengajukan permohonan kasasi ke MA terkait upaya mempertahankan kelestarian hutan Papua. Foto Dok. Walhi Papua.Walhi Papua Tolak Rencana Prabowo Buka Perkebunan Sawit di Papua
    In News
    Rabu, 17 Desember 2025
  • Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Terancam Punah, DIY Didesak Terbitkan Larangan Perdagangan Monyet Ekor Panjang
    In News
    Selasa, 16 Desember 2025
  • Evakuasi warga terdampak banjir di Bali pada Minggu, 14 Desember 2025. Foto BNPB.Banjir di Bali Menewaskan Seorang Turis Mancanegara
    In Bencana
    Senin, 15 Desember 2025
  • Penanganan darurat bencana Sumatra, pengerukan Sungai Aek Doras, Kota Sibolga, Sumatra Utara. Foto BNPB.Bencana Sumatra, Korban Tewas Mencapai Seribu Lebih
    In Bencana
    Senin, 15 Desember 2025
  • FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis
    In News
    Sabtu, 13 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media