Jumat, 10 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kata Pakar Soal MBG, Keracunan Berulang hingga Dugaan Food Tray Mengandung Minyak Babi

Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga standar higienitas makanan pada program MBG adalah lemahnya pengawasan terhadap waktu konsumsi makanan.

Jumat, 29 Agustus 2025
A A
Ilustrasi foodtray untuk MBG. Foto Dok. BGN.

Ilustrasi foodtray untuk MBG. Foto Dok. BGN.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, penyedia katering, dan masyarakat, program MBG bisa berjalan aman sekaligus memberi manfaat besar bagi generasi muda,” harap dia.

Cara menguji ompreng MBG yang diduga tak halal

Tak hanya kasus keracunan, MBG juga diwarnai isu ompreng (wadah makanan) atau food tray yang ditengarai mengandung bahan berbahaya, termasuk kandungan minyak babi. Atas dugaan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memeriksa lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya. Mengingat produk ompreng ini diimpor dari Chaoshan, China.

Baca juga: Riset Konservasi dan Rehabilitasi Hasilkan Temuan Manfaat Mangrove dari Akar hingga Buah

Media sosial mengutip laporan Indonesia Business Post yang melakukan investigasi di kawasan eksportir ompreng untuk MBG di Indonesia. Diketahui ada sekitar 30-40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar global.

“Kemungkinan kandungan minyak babi dalam ompreng dijadikan sebagai komponen pelemas untuk bahan campuran dengan minyak yang lain, semisal minyak mineral,” ungkap Pakar UGM Bidang Analisis Kehalalan Produk, Prof. Abdul Rohman, Kamis, 28 Agustus 2025.

Rohman tidak menanggapi lebih jauh soal kandungan minyak babi dalam ompreng di menu MBG, sebab kasus ini tengah diselidiki tim BGN. Namun ia menjelaskan tahapan untuk mendeteksi kandungan minyak babi pada sebuah wadah makanan.

Baca juga: Perubahan Iklim Sulit Diprediksi, BMKG Gunakan Kecerdasan Buatan

Yang diperlukan pertama untuk mendeteksi adalah dilakukan ekstraksi sehingga lemak babi dapat terekstraksi, selanjutnya dianalisis dengan metode tertentu. Adapun metode yang kerap digunakan adalah menggunakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor spektrometer massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi asam-asam lemak yang ada.

“Asam-asam lemak yang diperoleh dilakukan semacam perbandingan dengan asam lemak yang teridentifikasi dalam lemak babi,” kata Dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Selain metode GC-MS, metode yang dapat digunakan adalah dengan LC-HRMS melalui identifikasi penanda lemak babi.

“Metode ini umumnya lebih banyak digunakan oleh para ahli,” ujar dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bidang Analisis Kehalalan Produk UGMfood tray MBGkercunan MBGprogram MBGPusat Studi Pangan dan Gizi UGM

Editor

Next Post
Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP). Foto Dok. Jatam.

Catatan Jatam, Tujuh Tahun Raksasa Industri Nikel Berproduksi dan Sarat Perusakan Lingkungan Hidup

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media