Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukti Tata Kelola Sampah Nasional Gagal, Waste to Energy Tetap Jalan

Selama akar masalah di hulu tidak diselesaikan, negara akan terus berhadapan dengan bencana yang sama, dan warga akan terus menjadi pihak yang menanggung akibatnya.

Minggu, 5 Juli 2026
A A
Asap masih membumbung dalam kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, akhir Juni 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.

Asap masih membumbung dalam kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, akhir Juni 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Waste to energy tetap jalan

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 4 Juli 2026. Langkah tanggap darurat ini diambil guna memastikan optimalisasi penanganan di lapangan sekaligus menegaskan kesiapsiagaan nasional bagi seluruh kepala daerah dalam mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran infrastruktur pengelolaan sampah akibat fenomena iklim ekstrem El Nino di seluruh penjuru Indonesia.

“Pak Menteri Jumhur sudah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah untuk mengantisipasi, WMO sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi. Artinya, kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia, surat edaran ini merincikan hal-hal apa yang perlu dilakukan oleh kepala daerah di daerah masing-masing mengantisipasi El Nino,” kata Diaz.

Ia menjanjikan prioritas utama adalah keselamatan warga yang tinggal di sekitar TPA Jatiwaringin, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

“Arah angin bisa berubah setiap saat, saat ini ke arah timur, mungkin besok bisa ke arah barat. Masalahnya, kalau angin ini ke arah barat, banyak pemukiman. Kami bicara juga dengan Pak Bupati, sudah melakukan antisipasi untuk pengecekkan ISPA, penanganan pengungsian ketika arah angin nanti berubah,” papar dia.

Indikasi kepulan asap pertama kali terpantau warga sekitar sejak 28 Juni 2026 dan puncaknya terjadi pada 30 Juni 2026. Menanggapi situasi kritis yang berpotensi meluas ke daerah lain, KLH/BPLH menekankan pentingnya kepatuhan kepala daerah terhadap instruksi pencegahan yang telah diterbitkan secara resmi oleh pemerintah pusat guna meredam dampak buruk cuaca panas ekstrem.

“Hari ini, kami lihat kebakaran sudah hari ke-5 dan memang pemadaman ini bukan hal yang mudah ya. Ini karakteristiknya seperti kebakaran lahan gambut karena mungkin di atasnya sudah terlihat padam tapi ketika lihat di bagian bawahnya masih ada api nya. Kapan saja bisa terus kebakar, ada CH4 nya, bisa ada potensi ledakan juga,” kata dia.

Dari sisi KLH/BPLH, sejumlah upaya telah dilakukan untuk mendukung proses pemadaman, termasuk monitoring melalui drone serta pemantauan kualitas udara di sekitar TPA.

“Kami sudah minta dilakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone secara berkala, kami juga sudah deploy 2 mobile monitoring system untuk memonitor beberapa hal seperti SO2 (sulfur dioxide), NO2 (nitrogen dioxide), PM 10, PM 2.5 yang kita lihat sudah di atas baku mutu,” kata Diaz.

Meskipun terjadi kebakaran TPA, Diaz memastikan program prioritas Presiden, yakni waste-to-energy (WTE) akan tetap berjalan dan memerlukan dukungan Bupati agar lahan yang dialokasikan tetap terjaga.

“Tanah yang dialokasikan untuk WTE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain. Kami harus mendorong program Bapak Presiden yang sangat baik ini, tetap dijaga terus oleh bupati, demi sukseskan program Presiden,” kata dia. [WLC02]

Sumber: Walhi, KLH/BPLH

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Godzilla El NinoKLH/BPLHsolusi palsuTPA JatiwaringinWalhiWaste to Energy

Editor

Next Post
Ilustrasi suhu tinggi akibat krisis iklim. Foto Geralt/Pixabay.com.

Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu, Indonesia Sudah Masuk Fase Krisis Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media