Wanaloka.com – Puluhan ribu orang mendesak Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) untuk kepentingan penelitian dan pengujian, menyusul kembali tercatatnya kuota ekspor spesies tersebut untuk 1.928 kera ekor panjang pada 2026, setelah terakhir tercatat pada 2022.
Bertepatan dengan Hari Primata Internasional, Forum United For Primates – jaringan organisasi perlindungan satwa dan konservasi – menyuarakan desakan tersebut melalui aksi di Jakarta dan Yogyakarta.
Di Jakarta, perwakilan Forum United For Primates menyampaikan surat resmi dan petisi kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Petisi yang diinisiasi JAAN, Action for Primates, dan Lady Freethinker tersebut telah mendapat dukungan lebih dari 46.565 orang.
Dalam surat yang disampaikan kepada Kementerian Kehutanan, Forum meminta antara lain agar pemerintah menangguhkan sementara ekspor monyet ekor panjang untuk penelitian dan pengujian toksisitas serta meninjau kembali kebijakan dan kuota ekspor yang telah diterbitkan. Forum juga meminta pemerintah memastikan tidak ada monyet dari populasi liar yang digunakan untuk memasok fasilitas pembiakan komersial maupun kegiatan ekspor, meninjau kembali perlindungan hukum terhadap spesies tersebut, serta memperkuat pengembangan metode penelitian non-hewan.
“Ketika spesies yang sudah berstatus Terancam Punah kembali mendapatkan kuota ekspor bagi kepentingan penelitian dan pengujian, pemerintah perlu mempertanyakan apakah kebijakan ini masih dapat dibenarkan. Kami mendesak pemerintah menangguhkan ekspor dan meninjau kembali kebijakan ini secara menyeluruh. Selama belum ada langkah nyata, kami akan terus mengawal persoalan ini,” kata Angelina Pane, perwakilan Forum United For Primates.
Sementara di Yogyakarta, anggota Forum United For Primates bersama masyarakat menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, yang turut dihadiri Bandizt, bassis Shaggydog sekaligus pegiat perlindungan satwa. Aksi diisi dengan orasi dan edukasi publik, serta pertunjukan pantomim oleh seniman Wanggi Hoed.






Discussion about this post