Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kenali Karakteristik Ikan Buntal agar Tak Keracunan

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin (TTX) yang merupakan salah satu racun paling berbahaya.

Jumat, 3 Januari 2025
A A
Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Para praktisi pengolah ikan buntal diajarkan mengidentifikasi bagian yang beracun dan menghindari kontaminasi silang. Kesalahan kecil dapat menyebabkan perpindahan racun dari organ ke daging ikan,” kata Eka.

Selain itu, hanya restoran atau fasilitas yang memiliki izin khusus yang boleh menyajikan ikan buntal.

Dibalik bahaya racun di dalamnya, ikan buntal memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Di antaranya mengandung protein yang cukup tinggi, kandungan lemak yang rendah sehingga cocok untuk kesehatan jantung. Selain itu terdapat kandungan vitamin dan mineral sebagai komponen gizi.

Baca juga: Pohon Sawit Diklaim Tak Sebabkan Deforestasi, Walhi Nilai Prabowo Anti Sains

“Manfaat ini hanya dapat diperoleh apabila ikan buntal diolah oleh ahli bersertifikat,” imbuh Eka.

Risiko tetap tinggi apabila proses pengolahannya kurang benar. Tak heran, mengonsumsi ikan buntal di Jepang lebih dari sekadar makan. Yakni tradisi yang menggabungkan apresiasi rasa, keahlian kuliner, dan keberanian yang terkontrol.

Oleh karena itu, Eka mengingatkan, pertama kali yang harus diketahui masyarakat adalah mengetahui karakteristik bahan baku produk perikanan. Jika mengetahui karakteristiknya, maka akan mudah diketahui cara proses pengolahan yang benar sehingga sewaktu menjadi produk yang siap untuk dikonsumsi akan aman dan terjamin.

“Untuk menghindari risiko keracunan, pengolahannya dari ahli. Meskipun memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, apabila pengolahannya kurang tepat dapat membahayakan,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FPK Unairikan buntalkeracunan ikan buntalracun tetrodotoxin

Editor

Next Post
Ilustrasi penumpang pesawat mengenakan masker. Foto Dok. Kemkes.

Waspada Wabah Virus HMPV Merebak di Cina, Berisiko Bagi Anak-anak dan Lansia

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media