Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Kalau yang di luar masih kaget dengan kebiasaan baru ini karena harus beli data, kami sudah siap.

Sabtu, 1 Januari 2022
A A
Kampoeng Cyber di Kota Yogyakarta. Foto Wanaloka.com

Kampoeng Cyber di Kota Yogyakarta. Foto Wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Tamu lain adalah pejabat negara, Menteri Komunikasi dan Telekomunikasi yang masih dijabat Rudiantara. Menurut Koko, sosok ini sudah bolak balik ke kampungnya. Meski demikian, warga tak perlu menyiapkan ubarampe penyambutan yang formalistis.

“Pak Rudiantara sudah terbiasa ke mari. Biasanya cuma pesan dimasakin sayur brongkos,” kenang Koko. Dia menunjukkan salah satu foto yang menggambarkan Rudiantara duduk santai di halaman rumah warga yang relatif luas.

Baca Juga: Tutup Tahun 2021, UII Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon di Kampus dan Tanah Air

Nama ketiga pesohor disematkan menjadi nama jalan di kampung itu. “Zuckerberg St”, “Alexander St”, juga “Rudiantara St”. Hanya saja ketika saya ke sana, papan-papan nama jalan itu tak dipasang. Menurut Koko, sedang dalam perbaikan dengan material yang lebi kuat.

“Sudah ada platnya, tinggal dipasang. Soalnya rusak karena sering jadi tempat foto,” kata Koko.

Berwisata cukup Rp10 ribu

Kampoeng Cyber juga menerima kunjungan wisatawan yang memang khusus blusukkan ke sana. Lantaran ada juga rombongan wisatawan yang datang sepaket dengan perjalanannya ke Taman Sari. Bekerja sama dengan biro wisata yang mendampingi, warga Kampoeng Cyber menyiapkan sejumlah agenda. Seperti makan siang bareng dengan masakan ala kampung. Ada juga kunjungan ke pengrajin batik untuk mengikuti kelas membatik. Wisatawan juga bisa membeli produk-produk kerajinan rumahan yang dibuat warga untuk oleh-oleh. Mereka juga bisa menikmati internet gratis dari jaringan yang dipasang di jalan-jalan kampung.

“Satu orang dalam rombongan cukup bayar Rp10 ribu,” kata Koko.

Mural di Kampoeng Cyber di Kota Yogyakarta. Foto Wanaloka.com

Untuk menonjolkan kekhasan Kampung Cyber, warga juga mempercantik kampungnya dengan membuat mural pada dinding pagar maupun dinding rumah. Ada mural yang menggambarkan kakek nenek yang tengah berselancar internet dengan membuka laman “Mbah Google” dan Facebook. Ada yang menggambarkan keguyuban warga berbagai usia yang kumpul bareng untuk menikmati akses internet. Gambaran ini sekaligus mengikis kekhawatiran warga di kampung itu, bahwa internet membuat interaksi antar warga saling menjauh.

“Justru kami punya kebiasaan ngobrol secara offline. Dari obrolan yang enggak jelas itu malah muncul ide-ide yang jelas,” kata Koko sambil tertawa.

Obrolan warga biasanya dilakukan di gardu ronda. Atau di halaman rumah warga. Cukup dengan teh hangat dan gorengan, ide-ide acapkali mengalir dari berbagai kepala dengan beragam usia.

Bagi yang baru pertama kali ke Kampoeng Cyber, blusukkan ke sana mesti memahami peta di sana. Atau setidaknya bertanya kepada warganya yang ramah-ramah. Mengingat Kampung Taman termasuk perkampungan padat penduduk. Jalanan kampung hanya cukup memuat 2-3 kendaraan bermotor roda dua. Ada beberapa gang yang hanya bisa dilewati satu motor. Selebihnya, gang-gang kecil yang bikin bingung. Saya termasuk yang sempat kesasar ketika mencari jalan keluar dari kampung itu. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kampoeng CyberKota YogyakartaMark ZuckerbergMaximaRaja dan Ratu BelandaWillem Alexander

Editor

Next Post
Kondisi banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Foto BNPB

Akhir Tahun 2021, Aceh Timur Dilanda Banjir, 4.841 Warga Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Kebun eukaliptus PT Adindo Hutan Lestari di Kalimantan Utara. Foto Yayasan Auriga Nusantara.Mengapa Viskosa Harus Masuk Aturan UU Anti Deforestasi Uni Eropa?
    In Rehat
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi salah satu kucing ras jumbo. Foto Kadisha/Pixabay.com.Mengenal Kucing Ras Jumbo untuk Dipelihara di Rumah
    In Rehat
    Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media