Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Penyintas Gempa Cianjur yang Tak ‘Menyerah’

Senin, 5 Desember 2022
A A
Penyintas gempa Cianjur, Febby [tiga dari kiri] bersama rekan sukarelawan penanganan dampak gempa bumi Cianjur magnitudo 5,6. Foto Dok BNPB.

Penyintas gempa Cianjur, Febby [tiga dari kiri] bersama rekan sukarelawan penanganan dampak gempa bumi Cianjur magnitudo 5,6. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lindu dahsyat mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin, 21 November 2022. Jumlah korban meninggal yang telah ditemukan 334 jenazah hingga Sabtu, 3 Desember 2022.

Gempa Cianjur magnitudo 5,6 ini merusak 17.864 unit hunian warga dengan kerusakan ringan sampai rusak berat. Sedangkan wilayah terdampak gempa 151 desa di 16 kecamatan. Musibah yang terjadi memaksa 100 ribu lebih warga mengungsi.

Febby termasuk salah satu warga yang mengungsi, menjadi penyintas gempa Cianjur.

“Rumah saya ambruk karena gempa, alhamdulillah keluarga selamat semua,” tutur Feby akhir November 2022.

Baca Juga: Pasca Gempa Cianjur Sudah 334 Jenazah Ditemukan, 8 Korban Masih Hilang

Musibah yang mendera pemukimannya tak lantas membuat Febby menyerah, dan terlebih berpangku tangan.

Mahasiswi yang bermukim di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong ini, menyadari musibah ini membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal, membutuhkan tenaga sukarelawan guna meringankan beban sesama.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya di Gudang Logistik Bale Rancage Cianjur sebagai sukarelawan, Febby menceritakan kejadian gempa yang dialaminya bersama keluarga. Pasca gempa Cianjur magnitudo 5,6, ia mendirikan tenda darurat di sekitar rumahnya sebagai tempat mengungsi.

“Hingga hari ini kami mengungsi di tenda yang kami bangun sendiri bersama tetangga lainnya sekitar 40 orang,” ucapnya.

Baca Juga: Komnas HAM akan Bentuk Tim Ad Hoc untuk Selidiki Lagi Kasus Kekerasan di Wadas

Melihat besarnya dampak yang diakibatkan gempa, Febby bersama penyintas lainnya berinisiatif menjadi relawan untuk terlibat dalam penanganan bencana.

Putri seorang anggota Polri yang bertugas di Bhabinkamtibmas ini menyebut, kebutuhan seharian mereka dapat bantuan dari berbagai pihak.

“Papa saya seorang Babinkamtibmas, jadi kami sama-sama turut membantu masyarakat, meski keluarga kami terkena dampak” ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Gempa Garut Merusak Bangunan dan Melukai Warga

Febby meyakini sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

“Sehingga saya berkeinginan menjadi relawan,” tuturnya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa CianjurKabupaten Cianjurpasca gempa Cianjurpengungsi gempa Cianjurpenyintas gempa CianjurProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah RISHA untuk warga relokasi terdampak gempa Cianjur, di Desa Sinargalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 5 Desember 2022. Foto BNPB.

Presiden Jokowi Tegaskan Warga di Episenter Gempa Cianjur Prioritas Direlokasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media