Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KKP Genjot Ekspor Ikan, Pakar Ingatkan Stok Ikan Laut Terdampak Perubahan Iklim

Sabtu, 26 April 2025
A A
Ikan tuna. Foto Dok.KKP.

Ikan tuna. Foto Dok.KKP.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia kaya akan sumber daya pesisir, seperti terumbu karang, lamun, dan pantai, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, sektor ini juga menghadapi tantangan besar, termasuk perubahan iklim. Bahkan perubahan iklim turut mempengaruhi ekosistem laut dan stok ikan di lautan.

“Perubahan iklim dapat mengganggu ketahanan dan hasil tangkapan ikan, serta memengaruhi komunitas pesisir, karena dapat menurunkan produktivitas perairan,” kata Pakar IPB University Bidang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim, Perdinan dalam Webinar Tani dan Nelayan Center (TNC) Talks 10.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) IPB University ini mengatakan, salah satu dampak perubahan iklim bagi ekosistem laut adalah penurunan kadar klorofil A yang berperan penting dalam kelimpahan ikan.

Baca juga: Habis Kebocoran Gas, Terbitlah Semburan Lumpur Panas di Geothermal Sorik Marapi

Penting ada pemahaman tentang perubahan pola cuaca, seperti fenomena El Niño dan La Niña. Fenomena alam ini dapat mempengaruhi pergerakan ikan ke perairan yang lebih dalam dan menjauh dari pantai.

Perdinan menekankan kebijakan yang mendukung kelestarian sumber daya laut dan pengelolaan yang berkelanjutan penting diterapkan. Salah satu upaya yang sedang dijalankan adalah Payment for Ecosystem Services, yang memungkinkan nelayan mendapatkan insentif dari pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

“Jadi penting bagi kita memiliki informasi yang akurat tentang jumlah stok ikan dan kondisi ekosistem laut. Dengan kebijakan yang tepat, kita dapat memanfaatkan perubahan iklim untuk mendukung sektor perikanan dan mengembangkan industri turunan dari produk perikanan,” papar dia.

Baca juga: Agung Baskoro, Memotret Masyarakat Adat Halmahera yang Terpinggirkan Tambang Nikel

Salah satu nelayan kecil di Maluku, La Tohia menyampaikan keluhannya terkait kesenjangan yang masih mesti dihadapi nelayan di wilayahnya, salah satunya terkait bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

“Keterbatasan akses BBM bersubsidi sangat memengaruhi keberlangsungan usaha penangkapan ikan nelayan kecil,” kata La Tohiba.

Dengan ukuran kapal satu gross ton (GT), para nelayan harus berlayar jauh demi mendapatkan tangkapan yang layak. Sementara kebijakan pemerintah terkait BBM bersubsidi dianggap belum mengakomodasi kebutuhan riil di lapangan.

Baca juga: BMKG Lakukan Pengembangan Radar Cuaca Nonpolarimetrik

“Kami sering kali harus mencari ikan di zona tangkap yang jaraknya bisa mencapai 30 hingga 40 mil laut. Sementara untuk mendapatkan insentif atau nilai jual yang layak, kebijakan pemerintah menetapkan ukuran tangkapan di atas 12 GT. Ini tentu tidak sesuai dengan realitas kami di lapangan,” aku dia.

La Tohia berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak pada nelayan kecil. Terutama di wilayah-wilayah kepulauan seperti Maluku, yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan logistik yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekspor ikanFakultas MIPA IPB UniversityKKPperubahan iklimsumber daya laut

Editor

Next Post
Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.

Atasi Masalah Sampah, Kampus Libatkan Mahasiswa dan Pemerintah Ajak Tentara

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media