“Ini adalah gerakan moral lintas agama untuk menyelamatkan bumi. Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong perubahan nyata di masyarakat,” kata Din yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2005-2010 dan 2010-2015, 12 Juni 2026.
Gerakan ini akan diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, mulai dari pengelolaan lingkungan rumah ibadah, penghematan air, pengurangan sampah, hingga kampanye berbasis nilai keagamaan yang dekat dengan kehidupan umat sehari-hari.
Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari berbagai unsur keagamaan di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) disebut telah mendorong penguatan etika lingkungan dalam kehidupan umat, termasuk pengembangan gerakan eco masjid dan pengelolaan sampah berbasis kesadaran keagamaan.
Sementara Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan jaringan gereja Katolik turut memperkuat inisiatif rumah ibadah ramah lingkungan, seperti gerakan pengurangan plastik, pengelolaan sampah, hingga penghematan sumber daya alam di lingkungan gereja.
Inisiatif-inisiatif tersebut menunjukkan kesadaran lingkungan berbasis nilai agama telah tumbuh dan menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat sipil dalam mendukung agenda keberlanjutan lingkungan.
Jumhur menegaskan perlindungan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk komunitas keagamaan yang memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kesadaran masyarakat. Ia menilai nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku menuju kepedulian lingkungan.
“Upaya penyelamatan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan teknis dan penegakan hukum. Kita membutuhkan gerakan moral yang tumbuh dari kesadaran bersama, termasuk dari komunitas agama, untuk menjaga bumi sebagai amanah bagi generasi mendatang,” ujar Jumhur.
Menteri Jumhur juga menyampaikan bahwa KLH/BPLH tengah mendorong penguatan pendekatan keadilan iklim serta perubahan perilaku masyarakat, termasuk melalui pendidikan lingkungan, penegakan hukum, dan penguatan ekonomi hijau. Dalam konteks ini, keterlibatan tokoh agama dipandang semakin penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan membangun kesadaran publik.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, KLH/BPLH optimistis gerakan pertobatan ekologis dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran baru bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah, sekaligus wujud nyata cinta manusia terhadap ciptaan Tuhan. [WLC02]
Sumber: KLH/BPLH






Discussion about this post