Minggu, 12 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KLH Serukan Tobat Ekologis Lewat Dua Miliar Pohon Bambu dan Kolaborasi Lintas Agama

Minggu, 14 Juni 2026
A A
Pohon bambu. Foto Hans/Pixabay.com.

Pohon bambu. Foto Hans/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berbagai tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim, degradasi lahan, pencemaran, hingga hilangnya keanekaragaman hayati, menurut Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat tidak dapat lagi dihadapi hanya dengan pendekatan teknis. Melainkan membutuhkan perubahan kesadaran kolektif yang lebih mendasar dalam hubungan manusia dengan alam.

“Tobat ekologis adalah perubahan cara pandang dan perilaku kita terhadap alam. Kita tidak cukup hanya memahami masalah lingkungan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi melalui tindakan nyata,” ujar Jumhur dalam acara “Sarasehan Gerakan Menanam Bambu – Selamatkan Bumi” di Bogor, Jawa Barat, 14 Juni 2026 terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Jumhur menjelaskan, penanaman dua miliar pohon menjadi bagian dari gerakan tobat ekologis. Salah satu implementasinya adalah pengembangan bambu sebagai solusi berbasis alam yang mampu menjaga tata air, mengurangi erosi, dan menyerap karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Program ini merupakan agenda besar nasional dalam pemulihan ekosistem, rehabilitasi lahan kritis, dan penguatan ketahanan lingkungan.

KLH/BPLH saat ini terus memperkuat upaya rehabilitasi lingkungan melalui peningkatan tutupan lahan, pemulihan daerah aliran sungai (DAS), serta penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat. Gerakan Menanam Bambu Nusantara diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam mendukung agenda tersebut secara berkelanjutan.

Ketua Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia, Abah Jatnika menambahkan, bambu bukan hanya tanaman konservasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang telah melahirkan berbagai karya bernilai tinggi, mulai dari arsitektur hingga seni musik angklung.

“Gerakan menanam bambu penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” kata dia.

Keberhasilan gerakan lingkungan, menurut Jumhur, tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat lingkungan secara berkelanjutan.

“Bambu harus menjadi simbol kolaborasi dan harapan bahwa setiap orang bisa berkontribusi menjaga bumi,” ucap dia.

Tobat ekologis lewat kolaborasi lintas iman

Terkait gerakan pertobatan ekologis, sebelumnya, Gerakan Siaga Bumi dan Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia yang dipimpin Ketua Tim Pengarah, Din Syamsuddin bertemu Jumhur di Kantor KLH/BPLH, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang penguatan kolaborasi lintas agama dalam memperluas gerakan moral untuk menjaga bumi di tengah meningkatnya krisis lingkungan global.

Din menyampaikan, gerakan lintas agama ini merupakan bentuk tanggung jawab moral umat beragama dalam menghadapi krisis lingkungan. Mengingat seluruh agama memiliki ajaran yang selaras dalam menjaga alam dan kehidupan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gerakan Siaga Bumi dan Interfaith Rainforest Initiative IndonesiaMenteri Lingkungan Hidup Jumhur HidayatPohon BambuTobat Ekologis

Editor

Next Post
Ratusan personel BP Batam lakukan pematokan sepihak untuk pembangunan Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang. Foto Walhi Riau.

Usai Proyek Eco City, Pulau Rempang Dipatok Sepihak untuk Sekolah Merah Putih

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media