Sabtu, 30 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KLHK dan WRI Koreksi Data Deforestasi dan Karhutla versi GFW

Rabu, 24 Januari 2024
A A
Kunker Menteri LHK Siti Nurbaya di TN Sebangau di Kalimantan Tengah, 24 Januari 2024. Foto Dok. PPID KLHK.

Kunker Menteri LHK Siti Nurbaya di TN Sebangau di Kalimantan Tengah, 24 Januari 2024. Foto Dok. PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan World Resources Institute (WRI) telah melakukan koreksi terhadap data deforestasi Indonesia tahun 2022 versi Global Forest Watch (GFW) sebesar hampir 54 persen. Sebelumnya, luas deforestasi 230 ribu hectare, setelah dikoreksi berubah menjadi 107 ribu hektare.

Koreksi dilakukan usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan teknis antara Menteri LHK, Siti Nurbaya dengan Presiden/CEO WRI Global, Ani Dasgupta pada Februari 2023. Salah stau poin kesepakatan adalah melakukan koreksi data deforestasi dari GFW.

“Hasil analisis bersama tersebut bisa diakses di website Global Forest Watch,” kata Siti dalam kunjungan kerja lapangan di Taman Nasional Sebangau bersama Kepala Urusan Kehutanan Amerika Serikat (USFS) Randy Moore, Rabu, 24 Januari 2024.

Baca Juga: Jatam Petakan Bisnis Tambang Para Bohir Capres-Cawapres 2024

Siti menjelaskan langkah koreksi data deforestasi versi GFW dilakukan setelah meninjau bersama ke lapangan pada Juni 2023. Perwakilan Pemerintah Norwegia juga turut serta dalam peninjauan dan menyaksikan langsung adanya kawasan non-hutan alam, seperti kebun sawit, hutan tanaman, dan kebun masyarakat yang dimasukkan sebagai hutan primer.

“Memasukkan kawasan non-hutan alam dalam perhitungan deforestasi versi GFW, jelas salah. Proses koreksi terus dilakukan melalui kemitraan teknis dengan WRI,” imbuh Siti.

Ia pun menambahkan, perbedaan data itu muncul, salah satu penyebabnya karena data GFW tidak berdasarkan pada cek lapangan. Kondisi tersebut mendorong KLHK dan WRI berkolaborasi untuk memperkuat data kehutanan yang berbasis fakta lapangan.

Baca Juga: Drainase Buruk, 1 Tewas Terseret Arus di Halmahera Selatan

Kekeliruan Data Karhutla

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Global Forest Watchkarhutlakawasan non-hutan alamkoreksiMenteri LHK Siti NurbayaWorld Resources Institute

Editor

Next Post
Rumah warga di Sukabumi rusak akibat longsor, 24 Januari 2024. Foto BPBD Sukabumi.

Ratusan Warga Sukabumi Terancam Longsor Susulan

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi PLTU batu bara. Foto jplenio/pixabay.comWalhi Region Jawa Desak Pensiunkan Dini Pembangkit Listrik Energi Fosil
    In News
    Senin, 25 Mei 2026
  • Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas
    In Rehat
    Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media