Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolang-kaling dan Konservasi Hutan Batang Toru

Pohon aren bagian konservasi alam di wilayah Sitandiang, Sipirok, dari kearifan lokal masyarakat dalam bidang lingkungan.

Selasa, 25 Maret 2025
A A
Proses pengolahan buah aren atau enau (Arenga pinnata), kolang-kaling di Dusun Sitandiang, Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Foto Khairulid.

Proses pengolahan buah aren atau enau (Arenga pinnata), kolang-kaling di Dusun Sitandiang, Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Foto Khairulid.

Share on FacebookShare on Twitter

Kendati proses membuat kolang-kaling berlangsung setahun sekali, pohon aren atau pohon enau (Arenga pinnata) tak bisa dipanen saban tahun. Buah aren yang siap panen itu minimal usianya sekitar 3,5 tahun di pohon. Cukup lama. Makanya akan digilir, pohon mana yang siap panen. Jadi perlu banyak pohon.

Baca Juga: Hari Air Sedunia 2025, Sungai Mahakam Kehilangan Tuah Akibat Kepentingan Ekstraksi

Rentang waktu panen yang lama ini, justru menjadikan petani banyak menanam aren. Setiap sudut yang memungkinkan, sebatang pohon aren ditanam. Maka, satu keluarga bisa memiliki ratusan batang pohon. Jika tidak memanfaatkan buahnya, pohon juga bisa disadap, diambil air niranya dan diolah menjadi gula merah maupun gula pasir berwarna cokelat.

Pohon aren ini yang menjadi bagian dari konservasi alam di wilayah Sitandiang. Tak ada lahan kritis. Bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam bidang lingkungan.

Konservasi alam yang baik di Sitandiang ini nyatanya tak hanya bermanfaat untuk warga dusun itu sendiri. Di bawah sana, Sungai Batangtoru meresapi setiap tetes air dari proses konservasi itu yang mengalir dari anak sungai Aek Sitandiang. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru mengandalkan sungai itu untuk menghasilkan tenaga listrik berdaya 510 megawatt, nanti kalau sudah selesai dibangun.

Baca Juga: Ada Alih Fungsi Tak Terkendali di Kawasan Hutan Hulu DAS Jabodetabek

Maka, proses konservasi yang berlangsung di Sitandiang terbukti akan memberikan manfaat ekonomi yang besar. Tidak hanya di Sipirok, melainkan Indonesia. Sebab tahun-tahun berikutnya interkoneksi listrik akan semakin merentang jauh, dan produksi listrik dari aliran Sungai Batangtoru itu akan dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Sebatang pohon aren tepian hutan Batangtoru, dan daya listrik di ujung Indonesia. Mengagumkan. [Kontributor: Khairulid]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hasil hutanHutan Lindung Batang Toru Blok BaratKabupaten Tapanuli SelatanKecamatan SipirokKolang Kalingkonservasi alampohon arenSumatera Utara

Editor

Next Post
Dosen Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM

Bayu Dwi Apri, Kenaikan Suhu Bumi Ancaman Ketahanan Pangan Nasional

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media