Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kolang-kaling dan Konservasi Hutan Batang Toru

Pohon aren bagian konservasi alam di wilayah Sitandiang, Sipirok, dari kearifan lokal masyarakat dalam bidang lingkungan.

Selasa, 25 Maret 2025
A A
Proses pengolahan buah aren atau enau (Arenga pinnata), kolang-kaling di Dusun Sitandiang, Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Foto Khairulid.

Proses pengolahan buah aren atau enau (Arenga pinnata), kolang-kaling di Dusun Sitandiang, Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Foto Khairulid.

Share on FacebookShare on Twitter

Kendati proses membuat kolang-kaling berlangsung setahun sekali, pohon aren atau pohon enau (Arenga pinnata) tak bisa dipanen saban tahun. Buah aren yang siap panen itu minimal usianya sekitar 3,5 tahun di pohon. Cukup lama. Makanya akan digilir, pohon mana yang siap panen. Jadi perlu banyak pohon.

Baca Juga: Hari Air Sedunia 2025, Sungai Mahakam Kehilangan Tuah Akibat Kepentingan Ekstraksi

Rentang waktu panen yang lama ini, justru menjadikan petani banyak menanam aren. Setiap sudut yang memungkinkan, sebatang pohon aren ditanam. Maka, satu keluarga bisa memiliki ratusan batang pohon. Jika tidak memanfaatkan buahnya, pohon juga bisa disadap, diambil air niranya dan diolah menjadi gula merah maupun gula pasir berwarna cokelat.

Pohon aren ini yang menjadi bagian dari konservasi alam di wilayah Sitandiang. Tak ada lahan kritis. Bagian dari kearifan lokal masyarakat dalam bidang lingkungan.

Konservasi alam yang baik di Sitandiang ini nyatanya tak hanya bermanfaat untuk warga dusun itu sendiri. Di bawah sana, Sungai Batangtoru meresapi setiap tetes air dari proses konservasi itu yang mengalir dari anak sungai Aek Sitandiang. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru mengandalkan sungai itu untuk menghasilkan tenaga listrik berdaya 510 megawatt, nanti kalau sudah selesai dibangun.

Baca Juga: Ada Alih Fungsi Tak Terkendali di Kawasan Hutan Hulu DAS Jabodetabek

Maka, proses konservasi yang berlangsung di Sitandiang terbukti akan memberikan manfaat ekonomi yang besar. Tidak hanya di Sipirok, melainkan Indonesia. Sebab tahun-tahun berikutnya interkoneksi listrik akan semakin merentang jauh, dan produksi listrik dari aliran Sungai Batangtoru itu akan dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Sebatang pohon aren tepian hutan Batangtoru, dan daya listrik di ujung Indonesia. Mengagumkan. [Kontributor: Khairulid]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hasil hutanHutan Lindung Batang Toru Blok BaratKabupaten Tapanuli SelatanKecamatan SipirokKolang Kalingkonservasi alampohon arenSumatera Utara

Editor

Next Post
Dosen Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho. Foto Dok. UGM

Bayu Dwi Apri, Kenaikan Suhu Bumi Ancaman Ketahanan Pangan Nasional

Discussion about this post

TERKINI

  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
  • Pemeriksaan bangkai gajah yang ditemukan di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto Kementerian Kehutanan.Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau
    In News
    Senin, 9 Februari 2026
  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media