Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Koleksi Anjing Kintamani hingga Manusia Pacung di Museum Gunung Api Batur

Kisah sejarah terbentuknya gunung api sekaligus menyertakan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya di sekitarnya.

Sabtu, 7 Oktober 2023
A A
Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Kehidupan sosial juga berkembang pada era Kerajaan Bali kuno dengan ditemukan prasasti tembaga yang memberikan informasi mengenai sistem perpajakan yang diberlakukan. Serta pengaturan tata ruang yang sesuai dan selaras dengan kondisi alam, serta penentuan batas-batas wilayah.

Koleksi menarik lainnya adalah adanya informasi mengenai cara memperlakukan plasenta (ari-ari) bayi yang baru lahir dengan menaruhnya pada batok kelapa yang sudah dibelah dua. Kemudian menggantungnya pada kuburan ari-ari. Tradisi tersebut masih ada sampai sekarang, tepatnya di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani.

Yang tidak kalah menarik adalah koleksi manusia Pacung yang ditemukan di Desa Pacung daerah Bali utara. Berdasarkan carbon dating oleh peneliti Balai Arkeologi pada tahun 1988, manusia Pacung hidup pada 2000 tahun yang lalu. Kesimpulannya, di daerah Bali utara sudah ada peradaban semenjak 2000 tahun yang lalu.

Baca Juga: AIS Forum Dukung Negara Kepulauan Terbitkan Obligasi Biru

Jadi Jujugan Peneliti
Usai mendapatkan penjelasan, Arifin memberikan empat catatan yang harus dilaksankan pengelola museum. Pertama, perlunya koordinasi lintas instansi, antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait penggunaan, pemanfaatan, dan pengoptimalan Lahan TWA (Taman Wisata Alam) untuk menunjang pengoptimalan Aset BLU (Badan Layanan Umum) Museum Gunung Api Batur.

Kedua, perlu revitalisasi peraga, terutama pada maket besar yang ada di hall lobby agar lebih ditingkatkan secara teknologi. Ketiga, perlu dibuatkan sarana informasi seperti leaflet, brosur, buku, dan media promosi lainnya untuk disebarluaskan agar informasi geopark Batur dapat membumi ke masyarakat, terutama para pelajar.

Keempat, perlu dilakukan sosialisasi informasi kepada seluruh stakeholder terkait keberadaan Museum Gunungapi Batur dan segala informasi yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Terekam Kamera, Badak Jawa Ujung Kulon Diduga Lahir Februari Lalu

Kedatangan Arifin dan rombongan ternyata turut mempengaruhi peningkatan jumlah pengunjung. Menurut catatan Suryo, jumlah pengunjung hari itu, termasuk Arifin dan rombongan, mencapai 613 orang. Angka tersebut tiga kali lipat dari rata-rata pengunjung sekitar 200 orang.

Pengunjung yang datang beragam mulai dari siswa SD, SMP hingga dari kalangan universitas yang ingin melakukan penelitian dari dalam dan luar negeri. Pihak museum juga rutin melakukan kerja sama dengan peneliti dari universitas-universitas dari dalam dan luar negeri, seperti dari Singapura dan Western University dari Australia. Pengunjung tidak dikenakan biaya termasuk pemandu alias free dengan waktu kunjungan Senin – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WITA. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Anjing Kintamanikeanekaragaman budayakeanekaragaman geologikeanekaragaman hayatiKementerian ESDMmanusia PacungMuseum Gunung Api Batur

Editor

Next Post
Komnas HAM akan turun menyelediki kekerasan yang terjadi dalam konflik agraria di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto komnasham.go.id.

Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media