Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Koleksi Anjing Kintamani hingga Manusia Pacung di Museum Gunung Api Batur

Kisah sejarah terbentuknya gunung api sekaligus menyertakan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya di sekitarnya.

Sabtu, 7 Oktober 2023
A A
Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Kehidupan sosial juga berkembang pada era Kerajaan Bali kuno dengan ditemukan prasasti tembaga yang memberikan informasi mengenai sistem perpajakan yang diberlakukan. Serta pengaturan tata ruang yang sesuai dan selaras dengan kondisi alam, serta penentuan batas-batas wilayah.

Koleksi menarik lainnya adalah adanya informasi mengenai cara memperlakukan plasenta (ari-ari) bayi yang baru lahir dengan menaruhnya pada batok kelapa yang sudah dibelah dua. Kemudian menggantungnya pada kuburan ari-ari. Tradisi tersebut masih ada sampai sekarang, tepatnya di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani.

Yang tidak kalah menarik adalah koleksi manusia Pacung yang ditemukan di Desa Pacung daerah Bali utara. Berdasarkan carbon dating oleh peneliti Balai Arkeologi pada tahun 1988, manusia Pacung hidup pada 2000 tahun yang lalu. Kesimpulannya, di daerah Bali utara sudah ada peradaban semenjak 2000 tahun yang lalu.

Baca Juga: AIS Forum Dukung Negara Kepulauan Terbitkan Obligasi Biru

Jadi Jujugan Peneliti
Usai mendapatkan penjelasan, Arifin memberikan empat catatan yang harus dilaksankan pengelola museum. Pertama, perlunya koordinasi lintas instansi, antara Kementerian ESDM dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait penggunaan, pemanfaatan, dan pengoptimalan Lahan TWA (Taman Wisata Alam) untuk menunjang pengoptimalan Aset BLU (Badan Layanan Umum) Museum Gunung Api Batur.

Kedua, perlu revitalisasi peraga, terutama pada maket besar yang ada di hall lobby agar lebih ditingkatkan secara teknologi. Ketiga, perlu dibuatkan sarana informasi seperti leaflet, brosur, buku, dan media promosi lainnya untuk disebarluaskan agar informasi geopark Batur dapat membumi ke masyarakat, terutama para pelajar.

Keempat, perlu dilakukan sosialisasi informasi kepada seluruh stakeholder terkait keberadaan Museum Gunungapi Batur dan segala informasi yang ada di dalamnya.

Baca Juga: Terekam Kamera, Badak Jawa Ujung Kulon Diduga Lahir Februari Lalu

Kedatangan Arifin dan rombongan ternyata turut mempengaruhi peningkatan jumlah pengunjung. Menurut catatan Suryo, jumlah pengunjung hari itu, termasuk Arifin dan rombongan, mencapai 613 orang. Angka tersebut tiga kali lipat dari rata-rata pengunjung sekitar 200 orang.

Pengunjung yang datang beragam mulai dari siswa SD, SMP hingga dari kalangan universitas yang ingin melakukan penelitian dari dalam dan luar negeri. Pihak museum juga rutin melakukan kerja sama dengan peneliti dari universitas-universitas dari dalam dan luar negeri, seperti dari Singapura dan Western University dari Australia. Pengunjung tidak dikenakan biaya termasuk pemandu alias free dengan waktu kunjungan Senin – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WITA. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Anjing Kintamanikeanekaragaman budayakeanekaragaman geologikeanekaragaman hayatiKementerian ESDMmanusia PacungMuseum Gunung Api Batur

Editor

Next Post
Komnas HAM akan turun menyelediki kekerasan yang terjadi dalam konflik agraria di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto komnasham.go.id.

Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media