Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Koleksi Anjing Kintamani hingga Manusia Pacung di Museum Gunung Api Batur

Kisah sejarah terbentuknya gunung api sekaligus menyertakan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya di sekitarnya.

Sabtu, 7 Oktober 2023
A A
Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Aneka bebatuan geologi yang menjadi koleksi Museum Gunung Api Batur di Bangli. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berkunjung ke Museum Gunung Api Batur di Kintamani, Bangli, Bali akan mendapatkan keanekaragaman wawasan yang ada di Gunung Batur. Baik terkait keanekaragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity) maupun keanekaragaman budaya (culture diversity).

Keanekaragaman itu bisa dilihat dari beragam koleksi di setiap lantai museum. Di lantai satu terdapat koleksi dan informasi mengenai terjadinya alam semesta, evolusi bumi, proses tektonik lempeng, proses geologi dari Pulau Bali, batuan pembentuk Pulau Bali. Termasuk proses evolusi caldera gunung batur purba, beserta contoh batuan hasil evolusi dan erupsi Gunung Batur.

Lantai dua di ruang biodiversity terdapat koleksi mengenai beragam flora dan fauna yang ada di kawasan gunung batur.

Baca Juga: Perbandingan Karhutla Saat El Nino di Indonesia Tahun 2015, 2019 dan 2023

“Salah satu yang menonjol adalah spesies lokal di sana, yaitu anjing kintamani,” jelas Kepala Museum Gunung Api Batur Suryo Hespiantoro saat menyambut kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif beserta rombongan pada 6 Oktober 2023.

Seperti dalam lirik lagu grup musik Shaggydog, anjing Kintamani memiliki penampilan tubuh yang tergolong unik dan anggun. Anjing jenis ini berukuran kecil hingga sedang dan tubuhnya sedikit lebih panjang dari tinggi tubuhnya. Mereka mempunyai bulu yang tebal di sekitar leher dan ekor hasil adaptasi terhadap kondisi cuaca yang dingin. Bulu tersebut berguna untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat. Anjing jenis ini tinggal di dataran tinggi, sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut.

Pada 20 Februari 2019, Federation Cynologique Internasionale (FCI) secara resmi mengumumkan anjing Kintamani diakui sebagai anjing trah dunia. Artinya, anjing jenis ini sejajar dengan anjing Chow-Chow dari China, anjing Samoyed dari Rusia, dan anjing Akita Inu dari Jepang.

Baca Juga: Penanganan Dampak Gempa Cianjur, BNPB Telah Gelontorkan Rp2 Triliun

“Proses anjing Kintamani untuk mendapatkan pengakuan dari internasional amat panjang. Butuh waktu sekitar 20 tahun dengan melibatkan banyak pihak, termasuk kalangan ahli,” ungkap Suryo.

Ruang selanjutnya adalah ruang keanekaragaman budaya. Di dalamnya terdapat rentetan koleksi sejarah perkembangan peradaban dan budaya. Koleksi awal menginformasikan, bahwa manusia pada zaman dahulu menggunakan peralatan sederhana dari batu untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Di sana terdapat sejumlah koleksi yang memberikan beberapa informasi terkait kebudayaan bercocok tanam, seperti ada alat penanggalan yang disebut Tika. Juga ada Lontar Aji Pari yang digunakan untuk guide line dalam pembenihan padi sampai pada waktu panen padi.

Baca Juga: Lewat Radio, BMKG Sebarluaskan Peringatan Dini Bencana hingga Daerah 3T

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Anjing Kintamanikeanekaragaman budayakeanekaragaman geologikeanekaragaman hayatiKementerian ESDMmanusia PacungMuseum Gunung Api Batur

Editor

Next Post
Komnas HAM akan turun menyelediki kekerasan yang terjadi dalam konflik agraria di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto komnasham.go.id.

Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media