Selasa, 27 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Komisi II DPR Minta Rekonstruksi Fasilitas Publik Pascabencana Sumatera Tuntas Dua Tahun

Selasa, 20 Januari 2026
A A
Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.

Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah tidak boleh membebani korban yang sudah kehilangan harta benda dengan persyaratan administrasi yang tidak logis, seperti kewajiban menunjukkan fisik KTP atau sertifikat yang sudah lenyap.

“Ya cukup, misalkan ada saksi desa, tanda tangan camat, kalau perlu ada kapolsek, ya sudah memang dia layak terima. Baru kemudian nanti diurus,” kata dia.

Selain aspek administrasi, Azis juga memberi catatan khusus kepada Kementerian ATR/BPN terkait tata ruang pascabencana. Penting penerapan prinsip build back better, di mana rekonstruksi tidak boleh sekadar membangun ulang di lokasi yang sama apabila kawasan tersebut memiliki risiko bencana berulang. Baginya, perencanaan relokasi dan tata ruang harus dilakukan dengan matang agar kehidupan masyarakat pulih lebih baik dari sebelumnya.

“Nah, kami pesan jangan sampai rekonstruksi membuat kembali tidak lebih baik. Bangun di tempat yang sama, yang sudah setiap saat kebanjiran. Jadi harus ada build back better, kembali lebih baik,” pesan Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Baca juga: Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman

Kawal ketat dana transfer bencana

Anggota lain, Taufan Pawe mengingatkan pemerintah pusat agar memperketat pengawasan terhadap penggunaan dana transfer ke daerah, khususnya di wilayah yang terdampak bencana alam. Sebab dana tersebut sangat rawan disalahgunakan di tengah situasi krisis. Mengingat anggaran itu merupakan nadi utama untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan Komisi II telah menerima mandat khusus dari Pimpinan DPR RI untuk memastikan setiap rupiah yang dikucurkan ke daerah bencana tepat sasaran. Tugas pengawasan ini merupakan tanggung jawab moral yang berat namun krusial demi memastikan akuntabilitas anggaran negara.

“Supaya tidak disalahgunakan. Ini pekerjaan berat,” ujar Taufan.

Legislator Dapil Sulawesi Selatan II ini menyoroti dampak ekonomi yang mengerikan pascabencana. Ada lonjakan inflasi yang signifikan di daerah terdampak, bahkan menembus angka di atas 10 persen. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan warga yang sudah kehilangan harta benda.

Ia meminta Kemendagri untuk menggunakan keahliannya dalam memonitor pertumbuhan ekonomi daerah agar inflasi dapat ditekan.

“Pak Menteri itu setahu saya paling hebat dan piawai memonitoring daerah-daerah terkait pertumbuhan ekonominya. Tapi kalau daerah pascabencana itu inflasinya di atas 10 persen, apa yang bisa diharap? Kasihan saudara-saudara kita di sana,” ucap dia prihatin.

Taufan mengajak seluruh instansi dan kementerian lembaga untuk bersinergi dalam mengawal proses pemulihan ini. Kunci kebangkitan daerah bencana terletak pada keamanan dan ketepatan distribusi dana transfer daerah.

“Betul-betul dijaga dengan baik,” tegas dia. [WLC02]

Sumber: DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Dana Transfer BencanaFasilitas Layanan PublikKomisi II DPRRekonstruksi dan Rehabilitasi

Editor

Next Post
Advokasi RUU Masyarakat Adat oleh Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat. Foto Istimewa.

RUU Masyarakat Adat Tak Kunjung Disahkan, Jutaan Hektar Wilayah Adat Dirampas

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media