Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

Minggu, 8 Oktober 2023
A A
Komnas HAM akan turun menyelediki kekerasan yang terjadi dalam konflik agraria di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto komnasham.go.id.

Komnas HAM akan turun menyelediki kekerasan yang terjadi dalam konflik agraria di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Foto komnasham.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Aksi ini dilangsungkan massa selama 23 hari, dan dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan tidak menghasilkan kesepakatan sesuai dengan tuntutan warga Desa Bangkal.

Baca Juga: Ada 106 Konflik Agraria, YLBHI Desak PSN Dibatalkan

Disebutkan YLBHI, tuntutan masyarakat Desa Bangkal merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tahun 2013 antara PT HMBP dengan warga Desa Bangkal dan menjanjikan 2 hektar per kepala keluarga. Selain menuntut plasma warga juga menuntut lahan seluas 1.175 hektar di luar izin HGU PT HMBP untuk dikelola masyarakat sendiri.

YLBHI menyoroti aksi pengamanan dan pembubaran massa aksi personel Polres Seruyan dan Polda Kalimantan Tengah.

“Pembubaran aksi dilakukan dengan menembakkan gas air mata dan peluru tajam. Hingga saat ini (Sabtu, 7 Oktober 2023) terdapat informasi tiga orang korban tertembak peluru tajam dan satu orang korban meninggal dunia,” tulis siaran pers YLBHI pada Minggu, 8 Oktober 2023.

Baca Juga: Diskusi UGM, Ini Alasan Pemerintah Ngotot Bangun PSN Rempang

Terkait dengan peristiwa Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, YLBHI bersama LBH Palangkaraya dan 17 LBH lainnya menuntut, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah untuk membebaskan tanpa syarat 20 warga Desa Bangkal dan pasukan merah Tariu Borneo Bangkule Rajank (TBBR) yang ditangkap paksa namun sampai dengan saat ini belum diketahui di mana keberadaannya.

Mendesak Komnas HAM segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi terkait pelanggaran hak asasi manusia yang telah terjadi di Desa Bangkal.

Menuntut Presiden RI untuk membuka data HGU dan melakukan langkah-langkah konkret menyelesaikan berbagai konflik agraria warga khususnya konflik berlarut warga dengan PT. HMPB. [WLC01]

Sumber: Komnas HAM, YLBHI

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten SeruyanKomnas HAMkonflik agrariaperkebunan sawitProvinsi Kalimantan TengahYLBHI

Editor

Next Post
Tugu Pal Putih Yogyakarta. Foto Wanaloka.com.

Alasan Sumbu Kosmologis Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media